Pada umumnya masyarakat Indonesia sangat gemar makanan yang mengandung santan seperti rendang, gulai, kolak, sayur lodeh, dan sebagainya. Santan yang dihasilkan dari perasan kelapa memang mampu membuat makanan semakin terasa sedap sehingga penggunaan kelapa di Indonesia tinggi.
Setiap tahunnya produksi kelapa di Indonesia mencapai nilai rata-rata sebesar 15,5 juta/tahun (Farizaldi et.al, 2017). Tingginya tingkat konsumsi makanan yang mengandung santan akan menyisakan ampas kelapa yang juga banyak.
Pada umumnya ampas kelapa tersebut terbuang, menjadi sampah dan tak lagi dimanfaatkan. Dari setiap 100 kg kelapa yang diolah akan dihasilkan 19,5 kg ampas kelapa (Aldimas et al, 2014).
Namun tahukah Anda bahwa ternyata ampas kelapa masih mengandung nutrisi dan masih bermanfaat? Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ampas kelapa kaya akan nutrisi terutama kadar lemak dan serat. Berikut adalah kandungan nutrisi yang terdapat pada ampas kelapa berdasarkan penelitian Netcha et.al (2021)
|
Parameter |
Kadar (%) |
| Protein | 5,20 |
| Lemak | 31,29 |
| Serat | 18,69 |
| Air | 3,92 |
Ampas kelapa ternyata juga masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ikan. Namun untuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ikan, ampas kelapa perlu difermentasi terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan serat kasar yang terkandung dalam ampas kelapa sulit dicerna oleh tubuh ikan.
Adanya proses fermentasi akan menaikan kemampuan ikan untuk mencerna ampas kelapa sehingga dapat menyerap nutrisi yang terkandung dalam ampas kelapa dengan lebih baik. Fermentasi juga merupakan cara untuk menaikan nilai nutrisi pada ampas kelapa.
Fermentasi ampas kelapa dapat dilakukan dengan menggunakan ragi selama 6 hari. Caranya cukup mudah yaitu dengan memeras ampas kelapa sampai airnya habis, kemudian dikukus, dan dikeringkan.
Setelah ampas kelapa kering, taburkan ragi dan dibiarkan selama 6 hari. Ampas kelapa yang difermentasi dapat digunakan sebagai bahan campuran pakan ikan.
Apa saja pengaruh pemberian ampas kelapa yang difermentasi kepada ikan? Farizaldi et.al, 2017 telah membuktikan bahwa pemberian 20% ampas kelapa yang telah difermentasi ke dalam pakan ikan dapat meningkatkan berat badan dan survival rate ikan lele (Clarias sp.) dibandingkan kontrol.
Selain itu, Rusli (2015) juga melakukan penelitian untuk melihat efek pemberian ampas kelapa yang difermentasi pada ikan Gurami. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan berat badan ikan gurami yang diberikan ampas kelapa terfermentasi lebih tinggi dibandingkan dengan ikan yang tidak diberikan ampas kelapa terfermentasi. Penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa ampas kelapa masih dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan.
Jadi jika kalian mempunyai ampas kelapa di rumah, jangan dulu dibuang! Ampas kelapanya masih bisa dijual kepada pembudidaya ikan. Jika kalian tertarik membudidayakan ikan, ampas kelapa bisa digunakan sebagai bahan pakannya yang juga dapat menekan biaya produksi budidaya.
Penulis :
Dian Yuni Pratiwi
(Dosen Departemen Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran)
Referensi :
Farizaldi, Jamarun novirman, Jafrinur, Marlida Y. The effect of fermented coconut waste to the growth of catfish (Clarias Sp.). International Journal of Agricultural Sciences. 2017; 1 (1):21-27
Netcha K, Pley S, Aem B. Nutritional Content of Bromelain Enzyme Fermented Coconut Dregs as
Feed for Oreochromis Niloticus. Journal La Lifesci. 2021; 2 (2): 31-39
Rusli MS. The effect of fermented Coconut Cocos Nucifera pulp as feed supplement for Gourami Trichogaster sp. [Undergraduate Final Year Project Report] (Submitted). http://umkeprints.umk.edu.my/id/eprint/4344 UMK. 2015
