BERITA  

Positif Corona di Pangandaran Tambah Lagi 1, Pemudik asal Cijulang

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, kembali bertambah 1 orang, Selasa (16/6/2020). Padahal sehari sebelumnya, 6 pasien positif COVID-19 sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang dengan catatan melakukan isolasi mandiri.

Tambahan pasien positif COVID-19 ini merupakan pemudik dari Tangerang berumur 20 tahun dan berasal dari Kecamatan Cijulang.

Saat ini, yang bersangkutan sudah diisolasi dan dirawat di RSUD Pandega, Pangandaran.

Selain tambahan 1 pasien positif corona tersebut, saat ini masih ada 2 Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dalam proses pemantauan.

Sebelumnya, total ODP sebanyak 551 orang dan selesai pemantauan sebanyak 549 orang.

Kemudian untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari total sebanyak 11.

Dari total itu, 5 di antaranya telah selesai pemantauan, 5 lainnya meninggal, dan satu orang lainnya masih dalam proses pemantauan.

Selanjutnya untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) dari total awal 238, sebanyak 83 di antaranya telah selesai pengawasan dan 155 lainnya masih dalam proses.

Sebelumnya diberitakan,

Hasil tes swab 970 warga Kabupaten Pangandaran, termasuk 6 orang yang dalam perawatan di ruang isolasi RSU Pandega, semuanya negatif.

Baca juga:  Harga Tiket Masuk Pantai Karapyak Pangandaran Terbaru

“Dengan demikian, 6 orang yang menjalani pengobatan di ruang isolasi RSUD Pandega diperbolehkan pulang,” kata Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, Senin (15/6/2020).

Baca juga : Hasil Tes Swab 970 Warga Pangandaran, Bupati Jeje : Semuanya Negatif

Namun kata Jeje, mereka tidak boleh berkeliaran dulu. Ke enam orang tersebut harus menjalani isolasi mandiri. Mereka juga telah menandatangani surat pernyataan.

Jika mereka melanggar isolasi mandiri dan tidak disiplin, kata Jeje, maka akan kembali di isolasi.

“Mereka akan diawasi oleh gugus tugas desa dan kecamatan,” terangnya.

Selanjutnya, besok atau lusa juga akan diadakan tes swab untuk 1000 orang lagi dari berbagai komunitas.

Dengan demikian, lanjut Jeje, terbukti bahwa isolasi khusus itu efektif. Hal itu karena tes swab dilakukan saat di tempat isolasi, walaupun hasilnya agak lambat.

“Jadi terbukti tidak jadi cluster dan tidak terjadi penularan lagi,” tegasnya.

Saat ini, kata Jeje, tinggal 50 orang lagi yang hasil tes swabnya belum keluar dan diharapkan semuanya negatif. ***