
Merah Putih. dengan – Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan, serta pemangku kepentingan terkait sepakat untuk menerapkan kebijakan delay system di pelabuhan Merak-Bakauheni untuk menghindari penumpukan kendaraan selama Idul Fitri 2023.
Sistem tunda dilakukan di dua rest area, yakni KM 43 (Jalan Tol Jakarta-Merak) dan KM 68, termasuk KM 97 yang sedang dalam proses penyiapan sarana dan prasarana oleh PUPR.
Baca juga:
136 unit CCTV dipasang di Pelabuhan Merak untuk memantau pemudik
Strategi ini dinilai dapat membantu mengurangi kemacetan di mulut Dermaga Merak. Karena jika delay system atau buffer zone tidak diterapkan di KM 97, arus dari Jakarta atau Timur akan terus mengalir sedangkan kapasitas pelabuhan Merak sangat terbatas.
Strategi lainnya adalah rencana Kementerian Perhubungan membuka pelabuhan Ciwandan di Kota Cilegon untuk kendaraan roda dua dan truk pengangkut barang.
Kapolri Jend. Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan, rekayasa lalu lintas di simpang tersebut untuk menghindari penumpukan kendaraan yang akan melintas saat arus balik dan arus balik Idul Fitri 2023 disiapkan.
“Begitu juga dengan perlintasan awal, kita tambah rest area dan kemungkinan fasilitas pelabuhan, termasuk pengaturan sepeda motor masuk Ciwandan atau Merak,” kata Sigit di Jakarta, Kamis.
Polri dan Kementerian/Lembaga terkait melakukan penilaian manajemen arus balik pada penyeberangan tahun lalu, untuk membenahi manajemen arus mudik tahun ini.
“Rencana aksi pelayanan dan kepastian arus mudik tahun ini disampaikan dalam rapat koordinasi kesiapan Idul Fitri 2023 di Mabes Polri,” ujarnya dalam rapat koordinasi yang dihadiri seluruh menteri dan pimpinan lembaga terkait.
Menurut Sigit, skenario rekayasa lalu lintas dan pengaturan penyeberangan di pelabuhan juga disiapkan. Selain penyiapan sarana dan prasarana, juga ada kebijakan pengaturan kendaraan yang dapat melintas pada waktu yang telah ditentukan, seperti kendaraan kargo.
“Ini kendaraan roda empat, terutama yang mengangkut barang dan yang kendaraan pribadi, semua akan diangkut nanti, agar masyarakat bisa segera beradaptasi dengan modalitas yang ada,” ujarnya.
Jenderal bintang empat itu menegaskan, Polri bersama kementerian dan lembaga terkait, serta pemangku kepentingan lainnya berupaya mengantisipasi backlog kendaraan di pelabuhan Merak tahun lalu, di mana berakhirnya antrean kendaraan yang sampai di jalan tol. dapat dimajukan dengan persiapan yang dilakukan tahun ini.
“Hal ini untuk mengurangi penumpukan yang terjadi di wilayah Merak yang kemungkinan ekornya masuk ke jalan tol. Hal-hal tersebut kami evaluasi untuk perbaikan,” ujar Sigit.
Baca juga:
Strategi Kemenhub dan Korps Lalu Lintas Atasi Kemacetan di Merak





