28.8 C
Bandung
Senin, Agustus 2, 2021

PM Malaysia Didesak Mundur, Dinilai Gagal Tangani Pandemi

- Advertisement -spot_imgspot_img

Partai Organisasi Persatuan Melayu Nasional (UMNO) menyatakan menarik dukungan koalisi pemerintah Perikatan Nasional dan mendesak Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, mengundurkan diri karena dinilai gagal menangani pandemi virus corona (Covid-19).

Dilansir The Straits Times, Kamis (8/7), Presiden UMNO, Ahmad Zahid Hamidi, menyatakan Muhyiddin gagal menunaikan janji kepada partai itu untuk menangani pemulihan ekonomi dan pandemi Covid-19.

Janji itu, kata Zahid, yang membuat UMNO mau memberi dukungan politik kepada Muhyiddin saat dipilih menjadi Perdana Menteri pada Maret tahun lalu.

“Sudah jelas pemerintahan ini gagal memenuhi aspirasi rakyat. Kegagalan pemerintah ini sangat terlihat. Mereka menyelewengkan deklarasi status darurat negara, yang terlihat sebagai taktik politik, dan hanya membuat kesengsaraan bagi rakyat dan perekonomian,” kata Zahid.

Zahid mendesak supaya Muhyiddin segera digantikan oleh pihak lain sampai pandemi selesai dan pemilihan umum bisa digelar.

Keputusan UMNO itu dibuat pada Rabu (7/7) malam kemarin, beberapa jam setelah Muhyiddin menunjuk dua pejabat baru, yakni Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob sebagai Wakil Perdana Menteri dan Datuk Seri Hishammuddin Hussein sebagai Menteri Senior Urusan Luar Negeri.

Ismail adalah Wakil Presiden UMNO dan Hishammuddin merupakan politikus kawakan UMNO.

Ketika disinggung apakah UMNO akan mengalihkan dukungan kepada koalisi lain, Ahmad menyatakan mereka tidak bakal mendukung Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri atau menyokong koalisi Pakatan Harapan.

Di sisi lain, keputusan Ahmad yang didukung oleh Majelis Tinggi UMNO membuat perselisihan di di tubuh partai itu semakin tajam. Sebab, sebagian anggota UMNO tetap mendukung Muhyiddin.

Anggota Parlemen Malaysia fraksi UMNO, Nazri Abdul Aziz, mengatakan 25 dari 38 anggota fraksi sampai saat ini menolak keputusan Zahid.

Akan tetapi, posisi Muhyiddin di pemerintahan sangat rentan karena jika kehilangan sedikit dukungan dari parlemen, maka dia bisa terdepak dari jabatannya akibat tidak memenuhi persyaratan jumlah dukungan.

Muhyiddin menjadwalkan rapat parlemen digelar pada 26 Juli mendatang, setelah didesak oleh raja Malaysia.

Muhyiddin menjadi Perdana Menteri setelah koalisi Pakatan Harapan berantakan karena salah satu partai menarik dukungan terhadap pendahulunya, Mahathir Mohamad.

Di masa awal, pemerintahan Muhyiddin dinilai berhasil menekan penyebaran dan laju infeksi Covid-19 dengan menerapkan penguncian wilayah (lockdown) pada Maret tahun lalu.

Namun, persepsi masyarakat berubah menjadi kekecewaan setelah pemerintahannya kembali menetapkan status darurat dan memberlakukan lockdown akibat lonjakan kasus.

Dalam peta jalan yang disusun pemerintahan Muhyiddin, perekonomian Malaysia diperkirakan baru akan dibuka penuh mulai September mendatang dengan catatan tingkat rawat inap di rumah sakit harus menurun, menggencarkan vaksinasi dan menekan jumlah kasus infeksi Covid-19.

Sumber

- Advertisement -spot_img
Redaksihttps://seputarpangandaran.com
Seputar Pangandaran adalah media online yang memberikan informasi terpercaya mengenai Kabupaten Pangandaran dengan segala dinamikanya.
Kabar Terbaru
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -