PANGANDARAN, SPC – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pangandaran menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Krisna Beach Hotel, Sabtu (18/4/2026). Selain agenda pemilihan pengurus baru, partai ini menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan muda dan penguatan ekonomi rakyat di tengah ketidakpastian dinamika global.

​Perwakilan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB, Idham Arsyad, menyatakan bahwa Muscab di Pangandaran merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi yang dilakukan secara paralel di seluruh Indonesia. Menurutnya, PKB saat ini menaruh perhatian besar pada proses transformasi organisasi.

​”Kami ingin melakukan sebuah proses transformasi di mana regenerasi kepemimpinan diberikan kepada kaum muda untuk memimpin,” ujar Idham.

​Idham menegaskan, tantangan kepemimpinan ke depan tidak hanya terbatas pada strategi pemenangan Pemilu 2029, tetapi juga pada sejauh mana partai mampu memperkuat keberpihakan kepada masyarakat kecil atau kaum mustadhafin. “Konsolidasi ini penting untuk memastikan organisasi tetap solid dalam menghadapi tantangan yang lebih sulit di masa depan,” tambahnya.

Perlindungan Sektor Akar Rumput

​Sementara itu, Anggota DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan Jawa Barat X, Rina Sa’adah, menyoroti dampak krisis global yang mulai dirasakan oleh masyarakat di tingkat lokal. Ia menekankan bahwa sektor pertanian, perikanan, dan UMKM di Pangandaran membutuhkan perhatian ekstra melalui kebijakan yang afirmatif.

​”Dibutuhkan kebijakan yang ekstra, misalnya dalam hal subsidi BBM dan pupuk yang lebih tepat sasaran dan cepat. Hal ini krusial agar kondisi global tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas petani dan nelayan kita,” kata Rina.

​Rina juga mendorong agar kepengurusan PKB di tingkat cabang mampu menjembatani kebutuhan modal usaha dan akses pasar bagi pelaku UMKM. Baginya, pemimpin PKB Pangandaran ke depan harus memiliki visi yang sejalan dengan karakteristik daerah yang mayoritas penduduknya bergantung pada sektor kelautan dan pertanian.

​”Kita berharap lahir pemimpin visioner yang bisa memberikan kontribusi nyata, baik untuk ketahanan ekonomi rumah tangga maupun penguatan ekonomi nasional melalui pemberdayaan masyarakat di daerah,” pungkasnya.