MASALAH Reproduksi perempuan saat ini menjadi fokus khusus di bidang kesehatan. Beberapa klinik yang ahli dalam mendeteksi masalah reproduksi juga mulai menyebar. Tentunya akan sangat mudah jika Anda memutuskan untuk memeriksakan kesehatan rahim terlebih dahulu agar tidak muncul masalah yang rumit di kemudian hari.
Vaksin untuk mencegah penyakit menular seksual juga mudah didapatkan di semua rumah sakit. Kesehatan reproduksi sangat perlu dijaga dan dipersiapkan dengan matang menjelang kehamilan sebelum memutuskan untuk memiliki momongan. Ini juga berlaku untuk pria.
Baca juga:
Transplantasi rahim dapat menyebabkan kehamilan yang sukses
Namun, perlu Anda ketahui lebih dalam mengenai penyakit yang sering menyerang wanita namun jarang terdeteksi sejak dini, yaitu hiperplasia endometrium atau yang biasa dikenal dengan penebalan dinding rahim.
dilaporkan Klinik Cleveland, kondisi ini menyebabkan lapisan rahim menjadi lebih tebal dari biasanya selama menstruasi. Penyebabnya adalah hormon estrogen yang terlalu tinggi, sehingga hormon progesteron dalam tubuh tidak bisa mengimbanginya. Akibatnya, lapisan rahim akan menjadi terlalu tebal pada masa subur karena mempersiapkan diri untuk menerima janin pada masa subur hingga lapisan rahim memburuk saat tidak dibuahi.
Nah, penebalan yang lebih tebal dari normal ini berisiko membentuk jaringan kanker di kemudian hari jika terlambat terdeteksi. Apa saja gejalanya?
1. Siklus menstruasi yang tidak normal
Jika siklus haid normalnya terjadi setiap 21-32 hari, wanita yang mengalami penebalan dinding rahim akan mengalami siklus haid kurang dari 21 hari atau lebih dari 32 hari. Penebalan dinding rahim juga akan menyebabkan darah yang keluar saat haid lebih banyak dari biasanya dan kemungkinan terjadinya anemia sangat tinggi.
Sebaiknya konsumsi suplemen zat besi tinggi saat haid jika Anda memiliki masalah dengan penebalan dinding rahim.
Baca juga:
Mitos tentang kehamilan yang harus dihilangkan
2. Komplikasi fase menopause
Anda sangat mungkin mengalami komplikasi menopause jika mengalami penebalan lapisan rahim. Apa saja bentuk komplikasi? Adanya perdarahan terus menerus yang umumnya wanita harus perlahan-lahan tidak mendapatkan menstruasi kembali selama menopause.
3. Nyeri pada saluran kemih
Penebalan dinding rahim juga mempengaruhi saluran kemih. Saat mengalami gejala nyeri buang air kecil, sebaiknya Anda juga segera memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk mendeteksi apakah ada penebalan dinding rahim yang dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil, berhubungan intim atau nyeri di area panggul.
4. Kesuburan terganggu
Penebalan dinding rahim tentu saja menyebabkan sulit hamil. Karena penebalan dinding rahim mengganggu siklus haid yang berlangsung kurang dari 21 hari atau lebih dari 32 hari.
Anda benar-benar tidak akan dapat menentukan secara akurat kapan tanggal ovulasi yang tepat untuk terjadinya pembuahan. Artinya, Anda tidak mengetahui kapan tepatnya tanggal subur setiap bulannya. Saat benih sperma berhasil masuk, dinding rahim sangat tebal sehingga menyulitkan embrio untuk tertanam di dalamnya. (Berbaris)
Baca juga:
Pentingnya pemeriksaan fisik sebelum merencanakan kehamilan





