Perahu Dihantam Ombak di Pantai Karapyak Pangandaran, Satu Penumpang Meninggal Tiga Selamat
Pangandaran – Kecelakaan laut terjadi di Pantai Karapyak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Sabtu 23 September 2023 pukul 05.12 WIB.
Kecelakaan laut ini, membuat warga yang berada di Pantai Karapyak geger. Akibat hempasan ombak, perahu Pangeran Laut pun terkapar, terdampar dan karam.
Korban hantaman ombak ini menimpa 4 orang yang menumpang Pangeran Laut yang membawa mereka untuk menepi ke pantai.
Adapun penumpang perahu adalah Faisal (32), Abi (35), dan Mimang (37) warga Karang Anyar Jawa Tengah.
Ketua FK Tagana Kabupaten Pangandaran Nana Suryana mengatakan, perahu yang dinaiki empat orang dihantam ombak besar.
“Kondisi saat itu angin sedang kencang, dan ombak besar. Hal tersebut menyebabkan perahu karam,” ungkapnya.
Mendapat laporan kecelakaan laut tersebut Tim Tagana Aripin Jaelani bersama Polair, Polsek Cilacap, Basarnas, Koramil, Lifeguard, Puskesmas Kalipucang, Sigap Persis, aparat desa dan masyarakat langsung melakukan penyelamatan.
Dalam peristiwa kecelakaan ini, 3 orang penumpang dapat menyelamatkan diri. Namun penumpang lainnya, Mimang, meninggal dunia.
Kasat Polairud Polres Pangandaran, AKP Sugianto menyampaikan kronologi kecelakaan laut perahu terbalik di perairan Pantai Karapyak Pangandaran.
Awalnya pada Sabtu 23 September 2023 sekitar pukul 05.30 WIB, 4 korban yang merupakan asal Karang Anyar Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap itu berangkat melaut ke perairan Karapyak.
Mereka berangkat dari rumahnya di Kampung Laut dengan menggunakan perahu bertuliskan Pangeran Laut.
Kemudian, sekitar 1 jam perjalanan, tepatnya di Perairan Batu Meja pantai Karapyak, perahu korban sampai ditempat korban memasang jaring udang lobster.
“Saat baru sampai dan hendak mengangkat jaring tiba-tiba datang ombak besar dan menghantam perahunya,” ujar Sugianto melalui WhatsApp, Sabtu (23/9/2023) siang.
Akibat dihantam ombak besar, seketika perahu tersebut pun terbalik dan menimbulkan korban jiwa.
“Tekong dan anak buah kapal (ABK) berenang menyelamatkan diri ke bibir pantai. Di bibir pantai, mereka merangkak dan meminta pertolongan,” katanya.
Akhirnya, lanjut Ia, 3 orang ABK berhasil menyelamatkan diri dan dibawa ke Puskesmas Kalipucang.
Sedangkan, satu orang lagi bernama Mimang (37) seorang tekong dinyatakan meninggal dunia setelah tidak lama ditemukan di batu karang di pantai Karapyak.
“Jenazah atas nama Mimang (37) langsung dibawa ke rumah duka di Cilacap oleh keluarannya,” ucap Sugianto.


