Pentingnya Peran Pemuda dalam Pembangunan Desa

0
227
Arief Rahman Hakim, Wakil Ketua Pembangunan Perdesaan dan Sosial DPD KNPI Pangandaran. (foto : istimewa)

OPINI, (SP) – Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dalam upaya mendukung implementasi Undang-undang Desa, perlu melibatkan semua unsur kelompok masyarakat desa, salah satunya adalah pemuda.

Merupakan hak masyarakat untuk terlibat dalam seluruh proses berdesa sebagai wujud dari pengakuan atas rekognisi dan subsidiaritas desa dalam melaksanakan kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala desa.

Pemuda itu memiliki pemikiran, tenaga yang besar, semangat, dan kreatifitas untuk bergerak dalam pembangunan di desa. Jika pemuda dapat diberdayakan secara maksimal di 93 desa yang ada di kabupaten pangandaran, saya yakin itu akan memberi dampak signifikan.

Pemuda menyimpan potensi besar untuk memimpin pembangunan di Desa. Mereka dapat menjadi kunci keberlanjutan pembangunan dengan pemikiran-pemikiran Zaman Now.

Aktivitas pemuda saat ini, sangat dekat dengan kecepatan informasi dan perkembangan teknologi. Hal tersebut diyakini menjadi modal besar bagi para pemuda untuk tidak lagi cuek-cuek bebek terhadap pembangunan di desanya.

Selain itu lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pun menjadi dasar bahwa kini desa adalah subjek pembangunan itu sendiri. Kegiatan dan kelembagaan kepemudaan desa pun  bisa menjadi media yang efektif untuk berkumpul, saling berbagi inspirasi, dan membuat kreatifitas.

Dalam membangun sebuah Desa tugas pemuda tidaklah gampang, karena permasalahan desa begitu banyak, pemuda harus mampu menciptakan Inovasi yang tepat agar semangat perubahan dalam membangun desa tidak berbenturan dengan budaya dan adat istiadat desa.

Bukan tak mungkin permasalahan akan muncul dari para kaum tua desa yang mungkin adanya miss persepsi dengan cita-cita pemuda desa itu sendiri.

Dalam rangka menjadi Pemuda Penggerak Desa harus mampu membangun sinergitas dengan semua element masyarakat. Namun hal itu tidaklah mudah karena akan membutuhkan komitmen dan konsisten terhadap komitmen itu sendiri.

Kepercayaan diri dari masyarakat desa pun harus terus ditingkatkan. Jangan malu jadi orang desa, karena tanpa desa, masyarakat kota tidak bisa apa-apa.

Mari kita sedikit merenungi penggalan lagu Ibu Pertiwi: “Hutan gunung sawah lautan Simpanan kekayaan “Pertanyaannya sekarang adalah, dimanakah simpanan kekayaan itu? Ya di DESA… “

Masyarakat Kota tanpa Desa tidak akan bisa berbuat apa-apa, beras yang dijual di supermarket, Alfa Maret, Indomaret, itu adanya dari mana? Dari Desa, minyak, ikan, ayam, sayuran, telur dsb itu sumbernya dari mana? Ya dari DESA…Ya Kan..??

Oleh sebab itu jangan minder jadi orang Desa dengan keunikannya sendiri.

Peran aktif pemuda zaman now dalam membangun Desa adalah, pertama memperdalam ilmu dan pulang kembali ke desa untuk menyampaikannya ke masyarakat.

Peran kedua adalah menjadi wakil terdepan dalam berbagai ajang kompetisi masyarakat. Kompetisi di sini tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebatas perlombaan. Tetapi bagaimana, pemuda memiliki daya saing yang handal dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Sehingga desa ini diperhitungkan oleh masyarakat lain maupun pemerintah, karena kualitas dan kuantitas pemuda yang ada.

Peran Ketiga, Ikut aktif dalam berorganisasi dan mengorganisir diri dalam lembaga kemasyarakatan Desa yang bisa menjadi wadah bagi teman-teman pemuda untuk berdinamika, menyalurkan ide, berkreasi dalam bidang Olah Raga, Seni Budaya, Wirausaha dan mengabdikan dirinya pada bidang lainnya.

Peran Keempat, membangun sinergi dengan para sesepuh desa dan perangkat desa. Hal ini sangatlah perlu karena dalam sebuah desa sudah ada tatanan dan perundang – undangan yang mengikat baik tertulis maupun tidak tertulis.

Keberadaan kaum sesepuh kadangkala akan menjadi penghambat gerakan pemuda jika tidak ada pendekatan yang mengedepankan rasa, sehingga para tokoh memahami akan tujuan gerakan kaum muda itu.

Keterlibatan perangkat desa sangat membantu jalannya organisasi pemuda sehingga permasalahan yang timbul bisa diselesaikan bersama.

Peran Kelima, Mengingat pemuda sebagai Agent Of Change dan Agen Controlling, tantangan dalam proses pembangunan desa kedepannya sangat di perlukan pemuda dalam mengawasi serta mengontrol kebijakan maupun pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah desa. Karena selain pemuda memiliki idealisme tinggi, juga tidak banyak memiliki kepentingan terselubung dalam melakukan aktivitasnya.

Maka dari itu penulis berharap dengan adanya tulisan ini pemuda dapat ikut sadar dan berperan dalam suatu pembanguan desa kedepanya.

Pemuda hari ini harus ikut berperan aktif dalam membangun desa, dimulai dengan ikut dalam proses perencanaan, musyawarah, pelaksanaan dan lainnya.

Selama ini pemuda rata-rata hanya mampu berteriak kritis, hanya karena memiliki kepentingan pribadi bukan semata2 ingin membangun Desa.

Dengan aktifnya peran muda juga bisa menjadi sosial kontrol bagi Pemerintah Desa agar lebih berhati2 dalam menggunakan Anggaran Dana Desa.

Penulis : Arief Rahman Hakim 
(Wakil Ketua Pembangunan Perdesaan dan Sosial, DPD KNPI Pangandaran)

Silahkan berkomentar dengan santun