Penjelasan RSUD Pandega Pangandaran: Hubungan Tikus, Banjir Dan Kesehatan

PANGANDARAN – Ko banjir bisa ada hubungannya sama tikus dan kesehatan kita? Banjir meningkatkan risiko penularan leptospirosis loh. Bakteri Leptospirosis yang dibawa oleh hewan seperti tikus masuk melalui kulit yang lecet atau selaput lendir saat kita kontak dengan banjir, genangan air, atau air kotor lainnya.

Hubungan antara tikus, banjir, dan kesehatan berfokus pada risiko penularan penyakit mematikan yang disebut Leptospirosis (penyakit kencing tikus).

Berikut adalah keterkaitan ketiganya, seperti diunggah RSUD Pandega Pangandaran di laman instagramnya:

Penyebaran melalui Banjir:
Saat banjir terjadi, tikus keluar dari sarangnya (seperti lubang tanah atau selokan) untuk menyelamatkan diri. Urine tikus yang mengandung bakteri Leptospira kemudian bercampur dan hanyut bersama air banjir serta genangan kotor.

Jalur Infeksi ke Tubuh: Bakteri ini masuk ke tubuh manusia melalui kontak langsung dengan air yang terkontaminasi tersebut. Penularan terjadi melalui:

– Luka terbuka atau kulit yang lecet.
– Selaput lendir pada mata, hidung, atau mulut.

Dampak Kesehatan:
Pada awal 2026, penyakit ini tetap menjadi ancaman serius dengan gejala awal mirip flu seperti demam mendadak, nyeri otot (terutama betis), dan mata kuning.

Baca juga:  Komitmen RSUD Pandega Pangandaran Dalam Mendukung Program Reformasi Birokrasi

Jika tidak segera ditangani, leptospirosis dapat menyebabkan komplikasi fatal seperti gagal ginjal, kerusakan hati, hingga kematian.

Langkah Pencegahan:
Untuk melindungi kesehatanmu, sangat disarankan menggunakan sepatu bot dan sarung tangan karet saat beraktivitas di area banjir, segera mencuci tangan dan kaki dengan sabun setelah kontak dengan air kotor, serta menutup rapat makanan agar tidak dihinggapi tikus. ***