Pengamat: Sirekap Harus Diperkuat untuk Jaga Suara Rakyat di tempat pemilihan raya 2024

Pengamat: Sirekap Harus Diperkuat untuk Jaga Suara Rakyat di area tempat pemilihan raya 2024

SEPUTARPANGANDARAN.COM, JAKARTA – Proses pencoblosan surat pengumuman pada pemilihan 2024 akan segera dilaksanakan di hitungan hari. Namun demikian masih berbagai pertanyaan dan juga kegelisahan tentang keamanan Sistem Pengetahuan Rekapitulasi (Sirekap) yang akan digunakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menghitung dan juga menampilkan hasilnya terhadap warga umum.

Chairman Lembaga Studi Ketenteraman Siber CISSReC Pratama Persadha menjelaskan, Sirekap adalah perubahan KPU untuk meningkatkan keterbukaan di pemilu. Aplikasi Sirekap telah sempat diimplementasikan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 lalu pada pemilihan raya 2024, Sirekap akan digunakan lagi untuk memudahkan di rekapitulasi hasil penghitungan suara.

”Meskipun sirekap hanyalah sebagai sebuah alat bantu dan juga tidak sebuah data yang dimaksud dijadikan sebagai pegangan lalu hasil akhir perhitungan pemilu, namun apabila terjadi serangan siber terhadap Sirekap dan juga pelaku mengubah jumlah total perhitungan suara, tentunya hal ini akan memunculkan sejumlah kericuhan oleh sebab itu hasil perhitungan dari Sirekap adalah salah satu yang digunakan dapat diketahui lebih tinggi awal daripada perhitungan dan juga rekap manual yang tersebut dijadikan hasil akhir,” ujarnya, Selasa (13/2/2024).

Baca juga:  Elite Koalisi Indonesia Maju Kumpul di tempat Rumah Prabowo Malam Ini

Sehingga jikalau hasil Sirekap memiliki selisih apalagi selisih yang mana cukup jarak jauh maka akan timbul ketidakpercayaan terhadap hasil perhitungan pengumuman dari KPU bahkan kemungkinan besar akan ada permintaan untuk melakukan perhitungan ulang dalam mana hal yang dimaksud akan memakan sejumlah waktu dan juga biaya. ”Oleh sebab itu keamanan data Sirekap merupakan salah satu faktor kunci supaya pemilihan yang digunakan akan datang dapat berjalan dengan tertib kemudian lancar,” kata Pratama.

Pratama mengumumkan Ketua KPU Hasyim Asy’ari pernah mengeluarkan penyataan menjamin keamanan sistem Sirekap yang disebutkan akibat pada pada waktu penyelenggaraan sistem sudah ada berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti BSSN, BIN, dan juga Kemkominfo. Namun pada kesempatan berbeda anggota Komisi II DPR yaitu Mardani Ali Sera beserta Wakil Ketua Komisi II DPR yaitu Saan Mustofa mengkritisi sistem Sirekap milik KPU yang mana bukan aman dan juga perlu diaudit ulang juga dilaksanakan simulasi proses yang ada di area dalamnya.

“Komisioner KPU yaitu Betty Epsilon Idroos pada sebuah acara pada televisi menyatakan sistem Sirekap sudah ada diaudit juga disimulasikan sama-sama anggota KPPS Pemilu. Untuk melakukan konfirmasi keamanan suatu sistem memang sebenarnya perlu diadakan beberapa langkah, seperti code auditing, security assesment sampai penetration testing,” katanya.

Baca juga:  Hasto PDIP Mengaku Dapat Laporan Adanya Bansos di area Kantor DPD Golkar Yogyakarta

Melihat perkembangan sistem Sisrekap yang dimaksud yang tersebut sudah ada menggandeng berbagai lembaga yang mempunyai kompetensi keamanan siber yang digunakan tergabung di Gugus Tindakan Keselamatan Siber KPU, seharusnya sistem yang dimaksud sudah ada aman akibat sudah ada dilaksanakan berbagai test mulai dari fase development sampai dengan produksi atau server bisa saja dipergunakan secara umum.

Pratama mengumumkan ada beberapa serangan siber yang tersebut dapat menjadi ancaman terhadap keberlangsungan dan juga keamanan data yang digunakan ada di tempat di sistem Sirekap adalah serangan DDoS (Distributed Denial of Service) yang mana akan membebani server sehingga server tidak ada dapat diakses sehingga anggota KPPS tiada bisa saja melakukan update hasil perhitungan suara.

Sumber Sindonews