BERITA  

Pencanangan Kawasan Siaga Bencana Mensos RI Akan ke Pangandaran

Menteri Sosial RI Juliari P Batubara.

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Menteri Sosial RI Juliari P Batubara rencananya akan datang ke Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, pada Jumat 22 November 2019.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, di Pangandaran Mensos akan melakukan Pencanangan Kawasan Siaga Bencana Pantai Selatan Pulau
Jawa.

Dalam kegiatan ini Mensos akan melaksanakan penyerahan bantuan logistik untuk Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah Rp. 2.308.993.484 dengan rincian Provinsi Jawa Barat Rp.1.081.753.272,- dan Provinsi Jawa Tengah senilai Rp.1.227.240.212,-

Untuk diketahui Kementerian Sosial sedang mengembangkan Kawasan Siaga Bencana (KSB) di wilayah berpotensi Megathrust.

Pengembangan KSB dilakukan sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi masyarakat dalam mengantisipasi kejadian bencana dan mengurangi risiko bencana.

Pada tahap awal, KSB dikembangkan di tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Cilacap dan Kebumen, Jawa Tengah serta Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Ketujuh kecamatan itu adalah Kecamatan Kalipucang, Kecamatan Pangandaran, Kecamatan Sidamulih di Kabupaten Pangandaran.

Kemudian Kecamatan Kesugihan dan Kecamatan Adipala di Kabupaten Cilacap. Serta Kecamatan Ayah dan Kecamatan Buayan di Kabupaten Kebumen.

Baca juga:  Obyek Wisata di Jabar Tutup, Ridwan Kamil Bakal Pangkas Pajak Hotel dan Restoran

“Pada tujuh kecamatan tersebut terdapat desa-desa (berdasarkan hasil pemetaan BMKG) yang memiliki risiko tingggi dan berada pada jalur Megathrust. Sebagian desanya ada yang memiliki risiko rendah terhadap bencana, namun diharapkan dapat menjadi daerah penyangga ketika terjadi bencana,” kata Menteri Sosial Juliari P Batubara dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/11/2019) lalu.

Juliari mengatakan Megathrust adalah gempa karena tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang dapat memicu tsunami.

“Potensi Megathrust harus diantisipasi dengan cara edukasi dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat agar terhindar dari hoax,” ujarnya. (*)