
MerahPutih.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berbenah di sektor transportasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga ibu kota.
Pemda DKI berencana membenahi Terminal Pulogadung di Jalan Raya Bekasi atau Jalan Perentis Kemerdekaan, Jakarta Timur. Tahap awal adalah pembongkaran kios di atas saluran air di terminal seluas 54.000 meter persegi.
Baca juga:
Halte TransJakarta Pulogadung Mulai Beroperasi Hari Ini
Kepala Terminal Bus Pulogadung, suratman mengatakan, saat ini sosialisasi dan penerbitan surat teguran sedang dilakukan timnya kepada para pemilik warung. Bahkan kios-kios yang kosong atau tidak berfungsi pun mulai dibongkar sejak pekan lalu.
“Dalam penataan kawasan terminal, kami akan melakukan penertiban secara terpadu. Saat ini sedang dalam pembahasan di UPT Terminal dan berkoordinasi dengan jajaran terkait, karena akan melibatkan personel gabungan”, kata Suratman, Selasa (07/ 04).
Menurut dia, dari hasil pendataan awal ada 50 kios yang akan ditempatkan di atas saluran penghubung (Phb) di dalam terminal. Beberapa kios ini bahkan sudah beralih fungsi sebagai rumah dan kantor ormas.
Kemudian, di kawasan eks Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) banyak loket yang berubah menjadi pemukiman. Tercatat ada 30 kantor yang dijadikan tempat tinggal dan dihuni warga. Selain itu, ada tiga tenda jamu yang beroperasi di samping kantor polisi.
“Tahap sosialisasi sudah dilakukan dan tinggal menunggu instruksi dari UPT Terminal Dinas Perhubungan DKI,” kata Suratman.
Baca juga:
Sekda DKI Luncurkan Truk Pengangkut 281 Sepeda Motor untuk Pemudik di Pulogadung
Suratman mengungkapkan, Juni lalu, pihaknya menggelar sosialisasi secara door to door bagi para pemilik warung dan juru tulis yang dijadikan tempat tinggal. Ia berharap para pemilik kios memahami rencana pemerintah menata terminal untuk kenyamanan bersama.
Rencananya lahan di atas kanal Phb yang saat ini masih banyak warungnya, akan dijadikan taman. Sedangkan bangunan loket lama yang digunakan sebagai tempat tinggal akan dirobohkan. Selain itu, akan digunakan sebagai jalur bus TransJakarta dan angkutan kota.
Disebutkan, di terminal seluas kurang lebih 54 ribu meter persegi ini masih banyak dioperasikan angkutan umum. Mulai dari bus Transjakarta, Jak Lingko, Mikrolet dan lainnya. Lokasi ini juga dijadikan sebagai terminal penahanan atau stop operation kendaraan yang disita dalam razia polisi saat Operasi Lintas Jaya.
Setiap harinya, ada 12 petugas ASN yang mengelola terminal Dishub DKI ini dan empat pegawai PJLP. Mereka dibantu oleh 10 satpam dan 22 petugas kebersihan. (asp)
Baca juga:
Peruntukan apartemen Pulogadung PIK harus tepat sasaran





