MerahPutih.com – Pemerintah DKI Jakarta terus mencari solusi untuk mengurai kemacetan, terutama pada jam kerja.

Pemprov membuka opsi pembagian jam kerja guna mengurai kemacetan pagi hari. Saat itu, orang-orang dari luar Jakarta berdatangan bersamaan.

“Waktu saya diskusi dengan Kapolda, Pak Dirlantas, pagi itu seperti banjir, dari Bekasi, Tangerang, Depok sekaligus ke Jakarta. Solusinya antara lain diusulkan pembagian jam kerja, ada yang datang jam 08.00 ada yang masuk jam 10.00 Untuk itu pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi”, ujar Pj. Heru Budi Hartono saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Penanganan Kemacetan di Ballroom Hotel Sumba Borobudur Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (6/7).

Baca juga:

Ketua DPRD DKI memarahi tindakan Dishub yang kerap menimbulkan kemacetan

Menurut Heru, ke depan kontribusi dari asosiasi atau pemilik gedung administrasi dan kementerian bisa diperhitungkan. Hasil FGD ini juga akan didiskusikan dengan Dewan Transportasi DKI Jakarta.

“Pemprov DKI terus berupaya mengatasi kemacetan. Yang terbaru TransJakarta menambah rute bandara yang melintasi perbatasan DKI Jakarta. Tujuannya agar Pemprov DKI menyelesaikan masalah ini secara bertahap,” ujarnya. Dia .

Baca juga:  Hyundai menawarkan ketersediaan suku cadang 24 jam dan jaminan uang kembali

Sementara itu, Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Doni Hermawan mengatakan, pihaknya akan mengkaji usulan pelaksanaan tersebut bekerja dari rumah (WFH) bagi pekerja kantoran di DKI.

Seperti diketahui, di masa pandemi COVID-19, kemacetan di Jakarta menurun drastis sekitar 30%, kata Doni.

Baca juga:

Hindari kemacetan panjang, pengunjung PRJ sebaiknya menggunakan kendaraan umum

Doni mengatakan, penetapan jam kerja akan menjadi salah satu pembahasan paralel. “Mungkin usulan WFH juga akan diterapkan di kantor-kantor,” ujarnya.

Meski begitu, kata Doni, usulan itu harus didiskusikan lebih lanjut dengan mempertimbangkan pendapat bagian yang berkepentingan terkait.

“Namun lagi-lagi ini masih didiskusikan, yang jelas hasil diskusi saat ini sudah menjadi kebijakan yang bisa diimplementasikan dan diuji. Kami berharap kontribusi dari diskusi ini untuk kebaikan masyarakat Jakarta,” pungkasnya. . (asp)

Baca juga:

PDIP bilang tidak ada perubahan kemacetan di Jakarta meski dishub menggunakan teknologi AI



Source link