BERITA  

Pemkab Pangandaran Tegaskan Objek Wisata Tidak Ditutup

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Pemerintah Kabupaten Pangandaran menegaskan tidak ada penutupan di seluruh objek wisata. Hal itu disampaika Pjs Bupati Pangandaran, Dani Ramdan pada Senin (5/10/2020).

“Kami ingin klarifikasi isu yang berkembang bahwa objek wisata pantai Pangandaran akan ditutup itu tidak benar. Kami dari pemerintah daerah, provinsi maupun pusat tidak ada statement, keputusan bahkan rencana untuk menutup objek wisata Pangandaran. Baik karena alasan pandemi Corona maupun terkait kajian para ahli mengenai potensi tsunami,” kata Dani.

Dani menjelaskan untuk saat ini tak mungkin pemerintah menutup aktivitas pariwisata yang menjadi sentra kehidupan ekonomi ribuan masyarakat Pangandaran.

“Level kewaspadaan penyebaran COVID-19 di Pangandaran masih terkendali. Kemudian mengenai potensi tsunami tak ada satu pihak pun yang bisa memprediksi kapan dan dimana akan terjadi. Jadi tidak mungkin pemerintah menutup objek wisata Pangandaran,” kata Dani.

Sebelumnya beredar kabar bahwa pemerintah akan menutup kembali objek wisata pantai Pangandaran.

Kabar ini menyebar di media sosial, banyak masyarakat yang mempertanyakan kebenaran isu penutupan pantai Pangandaran.

Baca juga:  Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat di Jabar-Banten Positif Corona

Akibatnya banyak pedagang dan pelaku wisata yang resah akibat beredarnya kabar itu.

Situasi ini diperparah oleh penurunan jumlah kunjungan wisatawan pada akhir pekan kemarin atau Sabtu-Minggu (3-4/10/2020).

Data wisatawan pantai Pangandaran yang tercatat oleh Pemkab selama dua hari itu sebanyak 16.695 orang.

Padahal akhir pekan sebelumnya jumlah kunjungan wisatawan ke pantai Pangandaran tercatat 34.800.

Apalagi jika dibandingkan dengan tingkat kunjungan pekan-pekan sebelumnya yang berada di kisaran angka 50 ribu sampai 60 ribu wisatawan.

“Harusnya oleh pemerintah buru-buru direspon, dibuat klarifikasi, jadi calon wisatawan tahu kalau itu berita bohong,” kata Marini, pedagang di Pantai Barat Pangandaran.

Dia menduga isu penutupan pantai itu akibat adanya 2 warga Desa Pangandaran. Kemudian kasus Corona itu direspon Pemkab Pangandaran dengan menutup sementara 7 sekolah yang ada di desa tersebut.

“Mungkin karena sekolah ditutup, disangkanya pariwisata pun akan ditutup,” katanya.***