26.6 C
Bandung
Senin, Agustus 2, 2021

Pemkab Pangandaran Tak Berangkatkan Transmigran Dalam 2 Tahun Terakhir

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran, tidak memberangkatkan transmigran sejak tahun 2019 hingga 2021.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, Industri dan Transmigrasi Kabupaten Pangandaran Subarnas mengatakan, penundaan transmigran itu berkaitan kebijakan pimpinan, yang lebih pokus pada pembangunan Kabupaten Pangandaran.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, Industri dan Transmigrasi Kabupaten Pangandaran Subarnas (Foto : Kiki Masduki/SP)

“Pemerintah menilai akan membutuhkan tenaga kerja di berbagai sektor, mulai dari sektor pertanian, perikanan maupun industri,” kata Subarnas, Jumat (18/6/2021).

Lanjut Subarnas, pada tahun 2015- 2019 telah memberangkatkan transmigran ke beberapa pulau di Indonesia. Pada pemberangkatan terakhir, telah diberangkatkan ke Sulawesi Tenggara.

“Pada pemberangkatan terakhir, kami memberangkatkan lima Kepala keluarga,” kata dia.

Subarnas menjelaskan, mereka yang diberangkatkan harus siap bertani dengan bersungguh-sungguh di tempat baru.

Selain itu, Subarnas menyebut, berdasarkan informasi, mereka yang di berangkatkan ke Sulawesi Tenggara, sekarang kondisi ekonominya membaik.

Subarnas menjelaskan, perbaikan ekonomi para transmigran, berdasarkan berbagai indikator. Pertama sekarang mereka tidak hanya sebagai buruh, karena sudah mempunyai lahan pertanian yang digarap mandiri.

” Sebelumnya di Pangandaran, rumah mereka tidak layak huni, bahkan menumpang di lahan milik orang lain. Namun sekarang mereka memiliki rumah layak yang disediakan pemerintah, dan berdiri di lahan milik sendiri,” ungkap Subarnas.

Jelas Subarnas, pada tahun 2020 pihaknya telah melaksanakan monitoring dan evaluasi kondisi transmigran yang diberangkatkan ke Sulawesi Tenggara.

“Ternyata selain diberikan lahan garapan untuk bertani dan juga diberikan peralatan untuk mencari ikan, termasuk perahunya,” terangnya

Subarnas melanjutkan, setelah mereka berangkat ke daerah tujuan, yang karakteristik daerahnya mirip dengan Pangandaran, perekonomiannya meningkat.

Selain itu, tutur Subarnas, selama tanaman utama belum panen. Para transmigran boleh menggarap berbagai lahan diluar yang sudah disediakan pemerintah setempat.

Subarnas menambahkan, disamping lahan-lahan yang disediakan sesuai hak garapannya, di sana juga ada lahan tidur yang boleh dimanfaatkan untuk tanam yang punya nilai ekonomi untuk survival.

“Harapan kedepan setelah mengikuti program transmigrasi, perekonomian mereka bisa meningkat dan angka pengangguran di Pangandaran menurun,” paparnya. (Kiki Masduki)

- Advertisement -spot_img
Kabar Terbaru
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -