SEPUTARPANGANDARAN.COM – Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, Pemkab Pangandaran menjadi Kabupaten pertama di Jawa Barat, yang menyalurkan bantuan jaring pengaman sosial penanggulangan Covid-19 kepada warganya.

“Kita yang pertama mengeluarkan kebijakan untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak Covid-19, sambil menunggu bantuan dari provinsi dan pusat.

Pasti ada kekurangan disana-sini. Maka, apabila terjadi kendala teknis dilapangan, lakukan komunikasi dengan baik agar ada solusi yang tepat,” papar Jeje.

Hal ini disampaikan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat mengunjungi warga yang sempat terlewat mendapatkan bantuan beras dan sembako, Sabtu (25/4/2020)

Kunjungan tersebut juga dilakukan Jeje dalam rangka monitoring dan evaluasi pendistribusian bantuan jaring pengaman sosial penanggulangan Covid-19.

“Kami ingin tahu apa sebenarnya keluhan masyarakat dan kendala yang dialami dalam pendistribusian bantuan penanganan Covid-19,” kata Jeje.

Jeje menjelaskan, pada pendistribusian bantuan pertama, dirinya banyak menerima laporan ada beberapa warga yang tidak masuk daftar yang dikecualikan tidak mendapat voucher beras dan sembako.

“Protes warga pun banyak yang diluapkan di media sosial bahkan ada yang protes ke RT, RW, Kepala Dusun hingga Kepala Desa,” tambahnya.

Melihat kondisi seperti itu, akhirnya Pemerintah Kabupaten Pangandaran melakukan beberapa upaya dan akhirnya ditemukan solusi.

“Warga yang semula tidak menerima bantuan beras dan sembako akhirnya setelah dilakukan evaluasi bisa menerima bantuan,” jelasnya.

Saat menemui warga yang sempat terlewat menerima bantuan jaring pengaman sosial penanggulangan Covid-19.

Salah satu warga di Kecamatan Sidamulih Engkar, 65, yang sempat terlewat menerima voucher beras dan sembako dari Pemkab Pangandaran, akhirnya dapat tersenyum lega.

Bantuan berupa paket sembako dari pemkab yang merupakan haknya sudah diterima. Diapun mengaku malu lantaran pernah merasa kecewa dan marah ke RT.

“Sekarang saya merasa lega karena sudah nerima bantuan beras dan sembako dari Pemerintah seperti warga lainnya,” kata Engkar sambil tersenyum.

Dirinya tidak menyangka akan bertemu langsung dengan Bupati Pangandaran dan langsung mengucapkan terimakasih karena dapat meringankan beban ekonomi.

Dalam bahasa daerah dirinya mengatakan, (nuhun pisan Pak Bupati, abdi isin kamari tos ambek tapi ayeuna nampi) yang artinya terimakasih Pak Bupati, saya malu kemarin marah tapi sekarang menerima. (*)