Pemkab Janji Pulangkan TKI Asal Pangandaran yang Tertahan di Arab Saudi

0
87

PANGANDARAN, (SP) – Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menegaskan komitmennya membantu kepulangan Umay Sumarni Suherman (48), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Pangandaran yang menghadapi masalah di Arab Saudi.

Umay Sumarni Suherman, warga Dusun Masawah RT 03/02 Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran,  dilaporkan tidak bisa pulang karena gajinya selama 17 tahun ditahan majikan.

“Kita sudah kirim surat ke Menlu, ke BNP2TKI sama ke Kedubes Arab Saudi. Kita minta audiensi tanggal 22 (April),” ujar Jeje kepada wartawan, Jumat (12/4/2019).

Jeje menjelaskan, terkait masalah Umay kendala utama bukan pada teknis pemulangan. Melainkan, memastikan yang bersangkutan mendapatkan hak gajinya yang ditaksir mencapai Rp 1 miliar.

Ia mengakui telat mendapat laporan kasus ini. Sehingga Pemkab Pangandaran dianggap tidak responsif. Jeje menjelaskan, ada kesalahpahaman komunikasi yang disampaikan stafnya ke media massa.

“Staf itu ngomongnya gampang, ‘enggak ada dana’, padahal itu kan dapur. Harusnya lapor bupati,” ujar Jeje menyinggung kinerja salah satu bawahnya di Dinas Tenaga Kerja, Industri dan Transmigrasi.

Sebelumnya diberitakan, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi asal Pangandaran bernama Umay Sumarni Suherman, 46, warga Dusun Masawah RT 03/02 Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat tak bisa pulang.

Dea Rahman, anak kandung Umay mengatakan, ibunya telah bekerja di Arab Saudi selama 17 tahun. “Saat ibu saya meminta izin pulang, selalu dihalangi dan dipersulit oleh majikannya,” kata Dea.

Bahkan gaji Umay yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, sebagian tidak dibayar oleh majikannya. “Ibu saya sudah ingin pulang ke Tanah Air, namun selalu dihalangi,” ujar dia.

Setelah selesai kontrak dua tahun, tutur Dea, ibunya Umay sering minta secara baik-baik agar dapat dipulangkan ke Indonesia. “Majikan ibu saya selalu beralasan belum ada pembantu pengganti,” tutur Dea.

Dea menduga ibunya tidak diizinkan pulang selama bertahun-tahun karena majikannya tidak sanggup membayar sisa gaji sebesar Rp1 miliar lebih.

“Kami sudah menghitung gaji ibu saya selama 17 tahun, gaji ibu saya sebulan 1.600 Real. Kalau dihitung 1.600 real dikali 12 bulan dikali 17 tahun dengan kurs Rp3.500 per-Real, kurang lebih sekitar Rp1 miliar lebih,” ungkap dia.

Dugaan gaji ibu Umay belum dibayar secara penuh oleh majikannya, setelah Dea melakukan komunikasi dengan ibunya beberapa waktu lalu. (*)