Pemilihan Umum 2024 Harus Dijadikan Momentum Menguatkan Soliditas kemudian Persatuan Nasional

Pemilihan Umum 2024 Harus Dijadikan Momentum Menguatkan Soliditas kemudian Persatuan Nasional

SEPUTARPANGANDARAN.COM, JAKARTA – pemilihan raya 2024 harus menjadi kesempatan menguatkan soliditas serta persatuan nasional. Pemilihan Umum harus diarahkan pada kebijakan pemerintah yang mana berkualitas yang digunakan berjauhan dari sentimen sehingga demokrasi dapat berjalan dengan baik, lancar, adil, jujur, lalu damai.

Hal ini mengemuka di dialog umum bertajuk Pemilihan Umum 2024, Tantangan serta Kelancaran Politik, yang tersebut dijalankan Koalisi Rakyat untuk pemilihan raya Damai (KRPD).

Dialog ini menghadirkan narasumber yakni Akademisi UPN Veteran Ibukota Danis Tri Saputra, Peneliti Indo Barometer Muhammad Qodari, dan juga presenter senior sekaligus politikus Helmi Yahya.

Ketua Umum KRPD Claudion Kaniga Sare mengatakan, dialog umum ini diadakan untuk mengkaji tantangan serta hambatan yang dimaksud muncul pada pemilihan 2024.

Situasi urusan politik global yang dimaksud akhir-akhir ini lagi memanas yang dimaksud dampaknya dapat memengaruhi situasi kegiatan ekonomi kebijakan pemerintah pada negeri.

Karena itu, konsolidasi kekuatan lalu persatuan nasional seluruh elemen kemudian komponen bangsa harus diutamakan untuk mengantisipasi hadirnya ancaman dari luar.

Baca juga:  Gerindra Rayakan HUT ke-16 Besok Waktu senja di dalam Kediaman Prabowo

“Situasi aspek geopolitik kawasan lagi memanas. Belum selesai konflik antara Rusia-Ukraina, kemudian negeri Israel lalu Palestina yang turut melibatkan kekuatan global teristimewa Amerika Serikat juga sekutunya. Juga situasi memanasnya antara Tiongkok serta Taiwan,” ujar Claudion, Hari Sabtu (3/2/2024)

Menurut dia, hal-hal ini jikalau tiada diantisipasi akan berdampak pada stabilitas di negeri. Apalagi Indonesia sedang menghadapi peluang urusan politik 2024 yang tersebut kemungkinan menyebabkan polarisasi kebijakan pemerintah seperti yang digunakan terjadi pada pemilihan raya 2024.
.
”Kami mengupayakan agar pilpres dapat berjalan secara transparan, adil, jujur, juga damai. Janji ini harus menjadi tanggung jawab dengan baik dari elite politik, pengurus maupun masyarakat. Perbedaan pilihan urusan politik tiada boleh menjadikan kita sebagai bangsa menjadi renggang apalagi sampai berkonflik. Kita bukan boleh menggadaikan masa depan bangsa ini demi kepentingan urusan politik sesaat,” ungkapnya.

Qodari menuturkan tantangan pemilihan 2024 yang dapat menyebabkan polarisasi lalu kemungkinan perpecahan adalah penyebaran hoaks yang digunakan begitu masif.

Sumber Sindonews