SEPUTARPANGANDARAN.COM Pemerintah Kabupaten Pangandaran menargetkan 10 persen dari 16.757 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) peserta Program Keluarga Harapan (PKH) tergraduasi pada setiap tahunnya.

Hal ini disampaikan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata kepada para wartawan, saat hadir dalam pertemuan Silaturahmi dengan Pendamping PKH, TKSK, Bidan desa dan Penyuluh Pertanian Kab. Pangandaran bertempat di Aula Hotel Pantai Indah Timur Pangandaran, Rabu (19/2/2020).

Untuk merealisasi graduasi ini, lanjutnya, tentu harus melalui program-program yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Nah itu akan kita rancang dan lakukan. Untuk graduasi ini kita sedang melakukan pengelompokan peserta PKH untuk diberikan bantuan agar perekonomian mereka meningkat. Saat ini sudah terbentuk 785 kelompok, ” terangnya.

Selanjutnya, kata Jeje, saat ini Pemkab Pangandaran sedang melaksanakan satu program, setiap bulan penerima BPNT diberi beras 8 kg, sayuran, telur dan ikan mujair.

Untuk kebutuhan Ikan Mujair ini, mencapai 25 ton per bulan atau kurang lebih 300 ton per tahun.

“Saya sudah intruksikan ke dinas, Ikan Mujair nya jangan membeli dari luar Pangandaran, untuk merangsang pembudidaya Ikan Mujair. Nah kelompok ini yang nantinya akan diberdayakan untuk dapat membudidayakan Ikan Mujair,” ujarnya.

Jeje menjelaskan, nanti kelompok peserta PKH ini akan dibantu permodalan untuk sewa lahan, benih, pakan dan lainnya. Sehingga kebutuhan Ikan Mujair di Pangandaran akan terpenuhi dan tidak perlu membeli dari luar kabupaten.

“Bayangkan saja, kalau harga Ikan Mujair Rp. 28 ribu per kilogram, sedangkan kebutuhan Ikan Mujair untuk program BPNT 300 ton, maka dalam setahun ada Rp. 8,4 miliar uang yang berputar,” terang Jeje.

“Dengan demikian diharapkan penerima manfaat PKH dapat mandiri secara ekonomi sehingga tidak perlu lagi menjadi peserta PKH,” ujar Jeje. (*)