Pembobolan Sekolah di Pangandaran, Empat Laptop Raib!
Pangandaran – Peristiwa pembobolan sekolah kembali terjadi di Kabupaten Pangandaran. Dalam peristiwa ini, pelaku menggasak empat unit laptop yang tersimpan di ruangan kantor.
Kejadian tersebut terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa barat.
Aksi pencurian ini diketahui, Kamis (21/10/2021) pagi sekitar pukul 6:30 WIB, saat penjaga sekolah membuka dan masuk ke ruangan kantor guru, dengan kondisi engsel pintu sudah dalam keadaan rusak
Kepala SDN 3 Pamotan, Sri Nendah mengatakan, mengetahui kejadian pembobolan sekolah itu dari penjaga yang biasa datang duluan ke sekolah untuk melakukan persiapan kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Penjaga melihat kunci pintu sudah dalam keadan rusak, listrik mati dan setelah melakukan pengecekan ke dalam ruangan 4 unit laptop hilang,” ucapnya, Kamis (21/10/2021).
Setelah itu, kata Sri, keadaan laci lemari juga sudah rusak dan kondisi meja dalam keadaan terbuka semuanya.
“Dari empat leptop yang hilang tidak seluruhnya milik sekolah, dua laptop merupakan milik pribadi guru,” ujar Sri.
“Untuk kerugian, dengan harga laptop Rp 4,5 juta per unit maka 4 unit laptop total mencapai Rp 18 juta. Tapi anehnya, untuk barang yang lainnya seperti proyektor masih utuh,” ungkapnya.
Kemudian, sebelum melapor kepada pihak Kepolisian Sektor Kalipucang terlebih dahulu memanggil guru yang dekat dan mendokumentasikan tempat kejadian.
“Saya telepon guru yang dekat ke sekolah dulu, juga korwil untuk memberitahukan kejadian itu dan selanjutnya melapor ke polisi,” ujar Sri.
Keterangan Kepolisian
Sementara Kapolsek Kalipucang, Iptu Iman Sudirman membenarkan adanya tindakan pencurian tersebut di SDN 3 Pamotan.
Menurutnya, pencurian dengan modus mencongkel pintu dan masuk ke dalam ruangan kantor untuk mengambil barang laptop sejumlah 4 unit.
“Kita sudah mendatangi sekolah dan melakukan olah TKP. Untuk selanjutnya kita akan melakukan penyelidikan sampai kasus pencurian tersebut lanjut ke tahap penyidikan,” ujarnya.
Ia pun menghimbau, agar masyarakat ataupun instansi sekolah tidak menyimpan barang-barang berharga di ruangan sekolah.
“Karena sebenarnya, kami juga sudah menyampaikan himbauan kepada sekolah-sekolah, apalagi sekolah yang minim pengamanannya,” ucap Iman.
“Harus tetap waspada untuk menghindari kejadian hal yang serupa. Pengamanan dan kondisi sekolah sebelum pulang, harus di cek terlebih dahulu untuk memastikan keamanannya,” pungkasnya. (Eris Riswana)
