Pemberangkatan Haji Batal Lagi, Warga Pangandaran Curhat : Saya Sudah Tua…

Curli (77) warga RT 1 RW 6 Dusun Cihideung, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, mengenakan kain ihram bekas umrah tahun lalu. (foto : Eris Riswana/SP)

Mimpi beribadah haji di tanah suci Mekah kembali pupus usai pemerintah membatalkan pemberangkatan haji tahun ini. Ini jadi pembatalan kedua sejak 2020 akibat pandemi Covid-19.

Para calon jamaah haji kembali harus menelan pil pahit. Mau tidak mau, mereka harus menerima kenyataan kembali gagal beribadah haji.

Tak dipungkiri, pembatalan haji itu membuat calon jamaah kecewa. Salah satunya seorang lansia Curli (77) warga RT 1 RW 6 Dusun Cihideung, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran

Dia mengaku pasrah meskipun beribadah haji di tanah suci, dinanti dari jauh jauh hari. Apalagi dirinya sudah lanjut usia.

Curli (77) warga RT 1 RW 6 Dusun Cihideung, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, mengenakan kain ihram bekas umrah tahun lalu. (foto : Eris Riswana/SP)

Dulu Curli pernah umroh sebelum Pandemi Covid-19, dan kini dirinya sudah berniat untuk naik Haji disaat usianya semakin lanjut.

Dia mengaku rindu ke tanah suci Makkah. Sesekali dirinya menggunakan kain ihram bekas umroh untuk mnghilangkan kerinduannya.

Curli yang didampingi istrinya Juaningsih (67) mengaku belum ada pemberitahuan pembatalan ibadah haji tahun 2021 .

“Sharusnya berangkat haji itu di tahun 2020 kemarin. Namun, karena pandemi Covid-19, keberangkatannya pun ditunda,” ucap Curli saat ditemui di rumahnya, Jumat (11/06/2021) sore.

Baca juga:  Jemaah Haji Negara Indonesia Harus Waspadai Penularan MERS-COV

Belum Tahu Pemberitahuan Pembatalan Haji

“Malah saya tidak tahu Karena, belum ada sosialisasi atau pemberitahuan,” ungkapnya.

Jika memang benar ditunda lagi karena dampak pandemi Covid-19, lanjut Curli, Ia hanya bisa pasrah dan berharap masih diberikan kesehatan dan umur panjang, sehingga suatu saat bisa berangkat ke tanah suci.

“Pokoknya kalau bisa mah, ingin segera berangkat haji karena umur sudah terlalu tua,” kata Curli.

Padahal di tahun 2021 ini, kata Curli, Ia sudah bersiap, termasuk bekal untuk syukuran berangkat ibadah haji.

“Saya tinggal nenunggu pemberitahuan, karena ongkos berangkat haji itu sudah dibayarkan ketika ada pendaftaran haji sekitar tahun 2015 lalu. Ya ongkosnya hasil kumpul – kumpul, dari hasil jual kelapa, padi terutama dari hasil jualan sayuran,” ungkapnya.

Curli pun berharap, pandemi segera usai dan tidak ada lagi kendala untuk berangkat ke tanah suci. (Eris Riswana)