Pembangunan Pariwisata Pangandaran Harus Berorientasi Pengembangan Wilayah

0
155

[OPINI] Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis Kabupaten Pangandaran sebagai penyumbang devisa, instrumen pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, pembangunan kepariwisataan harus menggunakan pendekatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat.

Ada beberapa poin penting dalam membangun pariwisata, dengan berorientasi pada pengembangan wilayah, bertumpu kepada masyarakat dan bersifat memberdayakan masyarakat dan lembaga.

Kepariwisataan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan jasmani, rohani, dan intelektual setiap wisatawan dengan rekreasi dan perjalanan. Hal itu pun untuk meningkatkan pendapatan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Berdasarkan penjelasan pasal 7 huruf D UU No. 10 tentang Kepariwisataan secara tegas dan eksplisit menjelaskan bahwa pembangunan kepariwisataan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, namun harus melibatkan berbagai pihak, khususnya pihak swasta dan masyarakat.

Kerjasama dengan berbagai pihak tersebut tentu sangat penting untuk meningkatkan promosi pariwisata Kabupaten Pangandaran.

Di sisi lain, juga mendesak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk melakukan langkah konkrit dan meningkatkan koordinasi dan sinergitas penguatan destinasi wisata prioritas.

Program promosi pengembangan pariwisata itu harus mengacu pada peta jalan, dan didukung dengan kesiapan sumber daya manusia, kesadaran masyarakat atas sadar wisata.

Untuk promosi, bisa dengan model lain. Misalnya tidak lewat iklan, tetapi mengajak partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan yang bersifat afirmatif.

Diketahui, pemerintah Kabupaten menargetkan beberapa poin penting untuk kepariwisataan di tahun 2018, diantaranya Kontribusi Pada PAD dari pariwisata sebesar Rp. 25 miliar. Selain itu, kunjungan Wisatawan ditargetkan 1.846.738 wisatawan.

Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengaku optimis bahwa target di triwulan kedua bisa tercapai di angka 40 persen lebih.

“Melihat dari sisa waktu di bulan Juni ini dan volume pengunjung masih ramai target pada triwulan kedua bisa mencapai 40 persen lebih bahkan hingga diangka 50 persen,” ujar Jeje, Rabu (20/6/2018) lalu.

Apalagi, kata Jeje, dengan dilakukannya penataan kawasan di obyek wisata di Kab Pangandaran akan menyedot wisatawan untuk datang ke Pangandaran.

“Kami akan terus melakukan penataan guna meningkatkan PAD dari sektor pariwisata,” ucapnya.

Penulis
Iwan Mulyadi, S.P

Silahkan berkomentar dengan santun