Mobil  

Peluncuran Mobil Listrik Apple Ditunda, Baru Akan Rilis Pada 2026

Mobil listrik Apple sedang dipanaskan. Kabarnya, peluncurannya akan berlangsung pada 2026, setelah proses uji coba pada 2025.

Melansir Tech Spot, bocoran informasi menyebut mobil listrik Apple belum akan sepenuhnya mengandalkan teknologi swakemudi (self-driving). Mengapa? Karena ada sejumlah problem teknis yang belum rampung.

Di tahap pertama, Apple akan lebih dulu memboyong teknologi swakemudi itu ke Amerika Utara sebelum pasarnya yang lain. Sebelum itu, sang raksasa teknologi juga mempertimbangkan menghadirkan pusat komando jarak jauh.

Dalam pemakaiannya, para pengemudi mobil listrik Apple wajib memegang kendali ketika berkendara saat cuaca tak baik. Mode kemudi otomatis hanya akan aktif pada saat mobil berada di jalan raya atau jalan besar.

Dus, para calon pengemudinya masih harus mengambil kendali kemudi. Komponen setir, pedal, dan kursi pun masih akan melengkapi kereta roda empat itu.

Transisi ke desain mobil semi-otonom bisa memperpanas persaingan di pasar. Apalagi, pasar kendaraan listrik telah berkembang pesat beberapa tahun ini. Itu karena kehadiran merek-merek besar seperti Tesla, Ford, Hyundai, Volkswagen, dan Rivian.

Baca juga:  Pendiri Apple : Software iPhone 13 tak berbeda dengan iPhone 12 !

Kisaran harga dan fasilitas pelengkap

Bersamaan dengan pembelian mobil listrik Apple, pelanggan kabarnya akan mendapat penawaran asuransi. Dus, konsumen setidaknya harus merogoh kocek sekitar US$100.000 atau sekitar Rp1,1 miliar untuk membeli kendaraan keluaran Apple itu.

Di tengah kabar ini, Apple menolak buka suara. Untuk saat ini, perusahaan teknologi itu disebut sedang meninjau mitra dalam pengembangan proyek bernama ‘Project Titan’ itu. Salah satu mitra potensialnya, yakni: Volkswagen. Mengutip e-vehicleinfo, Apple juga berpotensi menggandeng perusahaan asal Cina, Contemporary Amperex Technology untuk urusan baterai.

Dengan informasi terbaru ini, peluncuran mobil listrik Apple tampaknya ditunda. Proyek Titan sendiri sudah berjalan sejak 2014. Pada 2016, perusahaan bahkan disebut membatalkan proyek Titan demi kantongi lisensi platform swakemudi. Ditambah lagi, ada perombakan di kursi eksekutif dan PHK karyawan.

Melansir End Gadget, “Saat perusahaan kembali memproduksi kendaraan, mereka hanya berhasil mendapat bantuan produksi dari merek seperti Hyundai.”

Seiring dengan kabar penundaan peluncuran mobil listrik Apple, saham Apple pun turun 2,4 persen.