BERITA  

Pelayanan Tenaga Medis di Puskesmas Masih Perlu Ditingkatkan

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Wakil Bupati Adang Hadari dan Ketua Penggerak PKK Ida Nurlaela, melakukan prosesi gunting pita menandai dipergunakannya gedung baru Puskesmas Cijulang.

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran saat ini sedang menghitung rasio pelayanan yang ideal. Karena jumlah tenaga medis akan berpengaruh terhadap pelayanan yang diberikan terhadap pasien.

“Karena tenaga medis juga manusia biasa yang kemampuannya tentu terbatas. Jika rasio pelayanan ini tidak seimbang tentu sangat berpengaruh terhadap pelayanan kepada pasien,” kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, usai meresmikan gedung baru Puskesmas Cijulang, Selasa (11/2/2020).

Jeje menegaskan peran tenaga medis sangat penting karena berhubungan dengan nyawa dan kemanusiaan. Tentu masyarakat mendambakan mereka bekerja profesional dan maksimal.

“Saat ini bangunan dan fasilistas Puskesmas sudah memadai, jadi tinggal pelayanan yang harus ditingkatkan,” tegas Jeje.

Soal pelayanan ini, tambah Dia, berkaitan erat dengan jumlah pasien yang ditangani harus berimbang dengan jumlah dokter, perawat dan bidan. Termasuk tunjangannya juga perlu ditingkatkan agar tenaga medis semangat dalam bekerja melayani pasien.

“Sekarang, karena berobat di Puskesmas gratis, jumlah pasien penuh terus di Puskesmas. Sakit sedikit saja masyarakat akan langsung ke Puskesmas. Tentu jika tenaga medis sedikit, akan berpengaruh pada pelayanan yang diberikan,” jelas Jeje.

Baca juga:  Pelestarian Seni Budaya Lokal, Bupati Jeje Harapkan Regenerasi Seniman

“Saya pun begitu, jika dalam sehari tamu sedang banyak makin lama jadi sulit tersenyum karena kelelahan,” ujarnya

Jeje menyampaikan Pemkab Pangandaran akan menambah jumlah dokter sebanyak 14 orang. Hal ini dilakukan agar setiap Puskesmas jumlah dokternya ideal dengan jumlah pasien.

“Makanya kita sedang membuat formula dan jumlah ideal tenaga medis agar bisa pasien dapat terlayani dengan baik sesuai harapan kita semua,” pungkasnya. (*)