Indeks

Pedagang Pisang Pasar Parigi, Pangandaran,  Mencoba Tegar Hadapi Pandemi

Pedagang Pasar Parigi
Siti Laelani (48) seorang pedagang pisang di Pasar Parigi. - (foto : asep age)

PARIGI – Di tengah pandemi Covid-19, hampir semua masyarakat mengalami dampak, tak terkecuali pedagang di pasar tradisional Parigi, kabupaten Pangandaran.

Omset penjualan mereka turun drastis. Meskipun demikian mereka tetap bertahan menggelutinya karena belum menemukan solusi.

Seperti dialami oleh Siti Laelani (48), pedagang pisang asal Cijulang di Pasar Parigi. Dirinya mengaku bersama suaminya sudah sepuluh tahun lebih berjualan pisang.

Dikatakannya, selama berjualan pisang baru saat ini merasakan kesulitan yang sangat berat.

“Di masa pandemi corona ini sangat berat. Penurunan omset penjualan yang begitu drastis,” kata Siti, Kamis (04/02/2021)pagi

Dia menuturkan, sebelum corona mewabah, omset penjualannya bisa mencapai Rp800 ribu per hari. Namun saat ini tak lebih hanya Rp200 ribu per hari.

Menurutnya penurunan ini kemungkinan disebabkan para pedagang yang menggunakan bahan baku pisang sudah jarang pembelinya bahkan sebagian tak lagi berjualan.

“Seperti pedagang pisang molen banyak yang libur, penjual makanan goreng pisang di sekolah pun pada libur dan tidak berbelanja lagi ke pasar,” tuturnya.

Siti berharap pandemi covid19 cepat berakhir agar ekonomi masyarakat kembali bangkit dari keterpurukan. (Asep Age)

Exit mobile version