Paska Kebakaran, Pegawai Dinas PU Pangandaran Ngantor di Aula Desa
Para pegawai Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUTRPRKP) Kabupaten Pangandaran terpaksa ngantor di aula desa dan tenda darurat milik BPBD, paska terbakarnya bangunan kantor yang berlokasi di Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi pada Minggu, (20/6/2021) kemarin.
Belum diketahui asal api di gedung berlantai dua yang membakar sejumlah ruangan, terutama di lantai dasar.
Beruntung petugas Damkar BPBD Kabupaten Pangandaran berhasil memadamkan api dengan cara menjebol pintu besi dan kaca.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, hanya saja kerugian diperkiraan mencapai ratusan juta rupiah.
Pantauan di lokasi kejadian, tampak bangunan gedung yang disewa oleh Dinas PUTRPRKP terlihat berantakan. Tumpukan dokumen yang sudah rusak dibiarkan berserakan. Sementara polisi telah memasang garis pembatas (police line) di luar gedung tersebut.

Kepala Dinas PUTRPRKP Kabupaten Pangandaran Dadang Dimyati menjelaskan, peristiwa terbakarnya kantor dinas terjadi saat hari libur dan hanya dijaga oleh satu orang pegawai yang sedang piket.
“Saat kejadian pegawai sedang libur dan hanya dijaga satu orang ASN yang sedang piket,” kata Dadang saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin, 21 Juni 2021.
Dirinya menduga korsleting arus listrik pemicu terjadinya kebakaran yang muncul dari lantai dasar di ruangan Bidang Ciptakarya.
Pasalnya kata dia, di ruangan tersebut terdapat banyaknya jaringan listrik yang biasa digunakan dalam aktivitas para pegawai.
“Kan di ruangan itu banyak sekali jaringan-jaringan kabel, colok sana colok sini,” ujar Dadang.
Pegawai Dinas PU Pangandaran Ngantor di Aula Desa
Kata Dadang, untuk sementara dirinya dan pegawai lainnya pindah dan melakukan aktivitas di aula Desa Karangbenda di sebrang kantor yang terbakar.
“Ya untuk sementara kita ngantor di aula desa dahulu. Paling lama dua hari, sambil cari tempat yang layak untuk dijadikan kantor. Kita juga masih menunggu hasil pemeriksaan dari Tim Forensik Polres Ciamis,” kata Dadang.
Berdasarkan penghitungan sementara, kata Dadang, kerugian untuk kontruksi sekitar Rp150 juta, peralatan sekitar Rp600 juta dan ATK sekitar Rp65 juta.
Saat ditanya soal dokumen-dokumen penting yang ikut terbakar dan rusak, kata Dadang sudah dibackup dan tersimpan semua di dalam komputer dan flashdisk.***



2 Komentar
Komentar ditutup.