SEPUTARPANGANDARAN.COM – Pasca Pemerintah menutup objek wisata di seluruh Kabupaten Pangandaran, lebih dari 1.200 pekerja hotel dirumahkan, ribuan pedagang tak bisa mengais rejeki, tour guide, sewa perahu semuanya berhenti beroperasi. Perekonomian di sektor pariwisata lumpuh total.
“Dampak pandemi Virus Corona sangat luar biasa. Kami tak menyangka akan seperti ini, sudah tak punya penghasilan sama sekali,” kata Asih, salah satu pedagang mie ayam yang biasa berjualan di Pantai Barat Pangandaran, Jumat 10 Maret 2020.
Pasca penutupan obyek wisata Pantai Pangandaran diapun sudah tidak berjualan. Pernah bertahan mencoba berjualan beberapa hari namun dagangannya tak laku karena memang tak ada pengunjung.
Sementara pedagang di pusat perbelanjaan di pantai barat dan timur Pangandaran hampir seluruhnya tutup.
Kalaupun ada yang bertahan membuka warung, hal itu karena tak ada pilihan lain untuk mencari rejeki. Padahal ratusan kios lainnya tutup dan suasananya sepi.
Lain lagi dengan Maman, pedagang pakaian khas pantai. Dia terlihat mengemasi barang dagangannya.
“Mau dibawa pulang. Sudah tak sanggup bertahan. Apalagi menjelang Ramadan lebih baik di rumah saja, ” katanya.
Sementara Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Pangandaran Agus Mulyana mengatakan, pihaknya mencatat sebanyak 1.625 karyawan hotel dan restoran yang dirumahkan.
“Dari 145 hotel itu ada 1.294 karyawan, sedangkan dari 49 restoran sebanyak 331 karyawan. Semuanya dirumahkan,” katanya.
Jumlah tersebut, kata Agus, hanya berdasarkan data yang diterima oleh pihaknya saja, tentu jumlah realnya lebih banyak dan terus bertambah. (*)
