PANGANDARAN — Bupati Pangandaran Hj. Citra Pitriyami mengambil langkah tegas untuk menjaga tata kelola kawasan wisata Pantai Batu Hiu. Guna mencegah kesemrawutan seperti yang pernah terjadi di kawasan lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran memutuskan untuk membatasi jumlah pedagang dan melarang masuknya pedagang baru di lokasi tersebut.

​Langkah antisipatif ini diambil karena mulai bermunculannya sejumlah pedagang baru di kawasan wisata yang terletak di Kecamatan Parigi tersebut.

​”Memang (saat ini) tidak terlalu padat seperti Pantai Pangandaran, tapi menertibkan pedagang itu tidak mudah,” ujar Citra saat ditemui di Parigi, Kamis (22/1/2026).

Antisipasi Kesulitan Relokasi

​Citra menilai, membiarkan lapak baru bermunculan tanpa kendali merupakan kesalahan manajemen pariwisata yang fatal. Menurutnya, semakin banyak pedagang yang masuk, semakin rumit persoalan sosial dan tata ruang yang akan dihadapi pemerintah di kemudian hari.

​Kekhawatiran utama Bupati adalah terkait ketersediaan lahan relokasi. Jika jumlah pedagang membludak, pemerintah akan kesulitan mencari lahan pengganti yang representatif saat penataan ulang dilakukan.

​”Kalau Pantai Batu Hiu nanti makin panjang dan makin banyak pedagang, itu akan repot untuk ditertibkan,” kata Citra.

​Ia menambahkan, inventarisasi terhadap pedagang baru yang sudah terlanjur masuk sedang dilakukan. Hal ini demi mencegah konflik sosial yang kerap muncul saat proses relokasi.

Nasib Pedagang Lama

​Terkait keberadaan pedagang yang sudah lama berjualan (existing), Citra memastikan posisi mereka aman. Pemkab Pangandaran menegaskan tidak akan melakukan pembongkaran terhadap lapak pedagang lama. Kebijakan ini murni diterapkan untuk “mengunci” jumlah pedagang agar tidak bertambah.

​”Pedagang yang sudah ada tidak akan dibongkar. Tapi saya tidak berharap ada tambahan lagi,” tegasnya.

​Sebagai informasi, saat ini aktivitas perdagangan di Pantai Batu Hiu terpusat di tiga titik utama, yakni area bibir pantai, kawasan batu karang, dan sisi timur kawasan wisata. Pembatasan ini diharapkan dapat menjaga estetika dan kenyamanan wisatawan di masa mendatang.