SEPUTARPANGANDARAN.COM – Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan sejumlah kepala daerah di Jawa Barat dikumpulkan di Bogor, beberapa waktu lalu.

“Dalam pertemuan itu dibahas berbagai persoalan termasuk dalam penanganan Covid-19,” ujar Jeje, Selasa (1/6/2021).

Ternyata, dalam evaluasi itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran atas keberhasilannya dalam penanganan Covid-19.

“Jadi soal indeks angka kematian, kesembuhan, tempat perawatan pasien Covid-19 itu dalam posisi yang baik,” kata Jeje.

Namun Dirinya mengakui volume pemeriksaan atau testing COVID-19 di Kabupaten Pangandaran dinilai rendah, sehingga berimbas kepada minimnya angka kasus konfirmasi positif Corona di Pangandaran.

“Testing kita dianggap rendah, kemarin data tercatat di provinsi itu salah, kita dicatat hanya 6 test PCR. Padahal dalam rentang waktu 23 sampai 28 Mei 2021, kami melakukan test PCR sebanyak 93 orang. Sementara rapid test antigen 600 lebih, hampir 700,” katanya.

Jeje mengaku tidak sedang pencitraan atau berusaha mempertahankan status zona penyebaran.

“Ngapain pencitraan? Saya inginnya setiap hari tes PCR sebanyak-banyaknya. Semua diperiksa,” kata Jeje.

Namun Jeje mengakui ada banyak kendala untuk memaksimalkan testing PCR. Salah satunya mahalnya biaya pemeriksaan PCR. Menurut dia untuk satu kali pemeriksaan butuh anggaran sekitar Rp 1 juta dan itu harus ditanggung oleh pemerintah daerah. “Kita ingin PCR diperluas, tapi mahal,” kata Jeje.

Selain itu animo masyarakat untuk menjalani tes juga relatif minim, istilah takut “dicovidkan” kerap diutarakan masyarakat.

Situasi ini menyebabkan testing PCR di Pangandaran fokus pada tingkatan tracing kontak erat dan pemeriksaan di ruang publik secara acak. Selain itu pemanfaatan tes swab antigen juga dimaksimalkan. “Antigen juga bagus akurasinya, kita maksimalkan,” kata Jeje.

Dia mengaku mengetahui bahwa idealnya dalam sepekan sebanyak 5 persen penduduk diperiksa tes PCR.

Untuk Kabupaten Pangandaran berarti harus sekitar 20 ribu orang yang diperiksa setiap minggu. Itu artinya butuh anggaran Rp 20 miliar seminggu.

Sementara itu Jeje menjelaskan tren kasus konfirmasi positif Corona pasca Lebaran sempat naik, meski sekarang sudah mulai turun.

“Sempat naik, angkanya mencapai 100 kasus dalam seminggu. Sekarang sudah turun lagi. Tingkat kesembuhan pasien di Pangandaran cukup bagus,” kata Jeje.

Hari ini tercatat jumlah pasien Corona yang dirawat di RSUD Pangandaran sebanyak 11 orang sementara 28 pasien lainnya menjalani isolasi mandiri.***