PAC Ansor Langkaplancar Gelar Pelantikan Masa Hidmat 2021-2023

Pangandaran – Pengurus Anak Cabang (PAC) Ansor Langkaplancar menggelar pelantikan, launching media NU Langkaplancar sekaligus Halaqoh Aswaja bersama Kyai Yayan Bunyamin bertempat di Pondok Pesantren Al hamidiyah, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Minggu (17/07/22).

Turut hadir pula, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Ketua PC NU Kab. Pangandaran K.H. Raden Hilal Farid Turmudzi, PC GP Ansor Kab. Pangandaran, Anggota DPRD Kab. Pangandaran, Ketua KPU Kab. Pangandaran, Camat Langkaplancar, Kapolsek Langkaplancar, Danramil Langkaplancar, Rois Syuriyah dan Tanfidziyah MWC NU Langkaplancar, Ketua PAC Muslimat, Fatayat, Rijalul Ansor, Banser, IPNU dan IPPNU serta ribuan Mustami.

Dalam kegiatan tersebut, Kyai Yayan Bunyamin menyampaikan, makna filosofis dari Ansor itu luar biasa. Makna mencitrakan ke-Islam-an, kebangsaan termasuk dalam energi sebagai pemuda.

“Jadi Ansor itu, meskipun kata para ulama, kiyai-kiyai kita dulu, mendirikan organisasi pemuda NU itu dengan nama Ansor tabaruk mudah-mudahan bisa meneladani karakter dan positif sahabat-sahabat Ansor zaman Rasulullah,” terangnya.

Yayan menambahkan, kata para ulama, minimal ada 2 karakteristik Ansor yaitu, dermawannya luar biasa dan tidak haus jabatan.

“Pertama kedermawanannya. Mudah mudahan Ansor dengan energi kepemudaannya bisa mengejawantahkan, menggali potensi diri di bagian manapun. Itu yang penting bisa memberikan kemaslahatan,” ujarnya.

Baca juga:  Klub Motor MOONRAKER Pangandaran Berbagi Takjil Jelang Berbuka Puasa

Kedua, tidak haus jabatan. Artinya Ansor itu memang tugasnya untuk berkhidmat. “Jadi kita masuk Ansor itu bukan ingin jabatan apa-apa, tapi semata-mata berkhidmat kepada para kiyai,” terangnya.

Jadi, tambah Dia, kalaupun banyak sekarang kader-kader Ansor yang menjabat di posisi pemerintah publik, itu satu hanya sebagai barokah saja dari NU, barokah dari Ansor.

“Itu sebagai pengejawantahan dari visi misi kita untuk menciptakan kemaslahatan untuk seluruh umat,” ucapnya.

Menurut Yayan, sebagai anak muda pasti visioner, pasti energik. Maka harus diimbangi modal atau potensi dari Tuhan berupa energi dengan amal terbaik.

Kata Yayan, visi itu harus dibarengi dengan misi. Namun misi ini perlu bimbingan. “Jadi langkah-langkah untuk mencapai misi itu penting ada bimbingan dari sesepuh dan bimbingan dari berbagai stakeholder,” kata Dia.

“Terakhir, Ansor harus menjalin kerjasama dengan berbagai lini untuk mengejawantahkan misi kita bersama,” tegasnya.

Sementara, Ketua PAC GP Ansor Langkaplancar H. Imam Farid Muslim dalam sambutannya menyampaikan, Momentum Pelantikan yang digelar dengan sederhana ini, dapat terselenggara berkat dukungan dari berbagai pihak.

“Berkat support moril serta materil acara Pelantikan, Halaqoh Aswaja dan Launching Media NU Langkaplancar ini dapat berjalan dengan lancar serta penuh rasa khidmat,” kata Dia.

Baca juga:  Warga Ciamis Terseret Ombak di Pantai Pamugaran Pangandaran, Jasadnya Dalam Pencarian

Sebagai Pengurus PAC GP Ansor yang baru dan sebagai pemuda, harus berani mengambil sikap, mengambil keputusan dalam menghadapi tantangan zaman dan dinamika yang hadir di tengah-tengah masyarakat, untuk kemudian diramu menjadi suatu kerangka kerja organisasi yang visioner untuk kebaikan ummat.

“Tentu hal ini yang harus senantiasa tumbuh dalam setiap jiwa Pengurus PAC GP Ansor Langkaplancar, sepanjang mengayuh roda organisasi minimal 3 tahun atau selama satu periode kepengurusan ke depan,” ungkapnya.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata mengaku bangga melihat Hadroh dari para pemuda yang berusia 20 tahun, mendengar mereka mengumandangkan tentang Aswaja Ahlussunnah Wal Jamaah tentang Indonesia, tentang Pancasila

“Saya merasa bangga dan cukup terkejut ketika teman-teman Ansor yang dilantik tenyata usianya relatif masih muda, saya berpikir bagaimana kalau generasi-generasi muda di Pangandaran ini sebagai pewaris estafet kepemimpinan, sebagai pewaris masa depan Pangandaran, mempunyai konsep pemikiran membangun Pangandaran,” terangnya.

Dirinya berharap, jangan hanya menjadikan umat untuk memilih dan mencari dukungan.

“Jangan sampai ketika kita sudah jadi, lupa terhadap umat, tidak mengurus kepentingan umat. Jangan tinggalkan umat, jangan tinggalkan pesantren, ayo sama-sama bangun Pangandaran,” ajaknya.***