Ombak Hanyutkan Hasil Panen Daun Pandan, Pengrajin Merugi

  • Bagikan
Abrasi Pantai di Pangandaran, Pengrajin Pandan Merugi (Foto: Kiki Masduki/SP)

Ombak besar di Pantai Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, telah mengakibatkan hasil panen daun pandan milik pengrajin hanyut, Kamis (15/7/2021).

Supriadi selaku ketua Rw 3 Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran mengatakan, daun pandan sudah menjadi sumber penghasilan bagi sebagian warga desa.

Ketua Rw 3 Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Supriadi (Foto: Kiki Masduki/SP)

Dirinya bercerita, saat berkeliling di seputaran pantai Legokjawa, nampak beberapa warga yang sedang mengambil daun pandan yang terbawa ombak di pinggir pantai.

“Saya kira beberapa warga tersebut sedang mencari ikan, namun ketika saya mendekatinya ternyata warga tersebut lagi mengambil daun pandan yang terbawa ombak,” katanya.

Sementara pengrajin daun pandan Desa Legokjawa, Enur Suhayati membenarkan, saat dirinya sedang melakukan penjemuran daun pandan di pantai Legokjawa, tiba-tiba datang ombak yang cukup besar sehingga daun pandan hanyut terbawa ombak.

“Abrasi pantai memang setiap tahunnya ada. Namun tidak besar seperti ini,” ungkapnya.

“Daun pandan tersebut bukan dari milik saya, sehingga saya harus membelinya kepada pemilik pandan yang kami ambil,” ungkap dia.

Baca juga:  Bakar Sampah, Lahan Pembuangan Sabut Kelapa di Parigi Terbakar

“Sedangkan kami membeli daun pandan tesebut, seharga Rp 700 ribu dalam satu tahun. Tentu akibat kejadian tersebut kami mengalami kerugian,” katanya.

Enur melanjutkan, akibat kejadian tersebut, dirinya mengalami kerugian, kurang lebih sebesar Rp 1 juta.

Selanjutnya Enur menambahkan, hamparan tanaman pandan itu telah jadi sumber penghidupan warga sekitar Desa Legokjawa.

Petani biasa memangkas daun pandan di kebun lalu mengikat dan membawanya pulang.

“Butuh proses panjang sampai produk tikar halus siap dipasarkan. Mulanya membersihkan duri-duri tajam yang melindungi tanaman itu,” kata Enur.

Ia lantas mengupas permukaan daun itu agar lebih halus. Ini belum apa-apa. Ia masih harus membelah daun itu sesuai ukuran yang dinginkan menggunakan senar.

“Sementara dengan adanya abrasi tersebut, saya lebih berhati-hati, supaya tidak terjadi seperti ini lagi,” paparnya. (Kiki Masduki)

  • Bagikan