Indeks

Objek Wisata Ditutup, PHRI Pangandaran: Kami Dapat Memaklumi

Para pengusaha hotel dan restoran di Kabupaten Pangandaran,yang terdampak dengan penutupan objek wisata dapat memahami kebijakan tegas yang diputuskan Pemkab Pangandaran.

Ketua PHRI Pangandaran Agus Mulyana mengatakan pihaknya memaklumi kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Langkah penutupan objek wisata dianggap langkah rasional meski membawa dampak buruk bagi pelaku usaha pariwisata khususnya restoran dan hotel.

“Kami bisa menerimanya, seluruh anggota PHRI Pangandaran pun sudah memahaminya. Mudah-mudahan saja penyebaran virus Corona di Pangandaran dan di Indonesia bisa segera reda,” kata Agus.

Agus pun mendorong agar Pemerintah lebih serius dan intensif melakukan penanggulangan penyebaran virus Corona.

Ketua PHRI Pangandaran Agus Mulyana

Untuk kebaikan bersama, Agus pun meminta pemerintah tak tebang pilih. Pengetatan aturan dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 harus menyeluruh sebagai satu kesatuan wilayah.

“Jangan hanya di tempat wisata saja, namun seluruh wilayah Pangandaran juga harus menjadi zona hijau kembali,” kata Agus.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, penutupan objek wisata, menutup perkantoran dan aturan lainnya, semata-mata dilakukan untuk menekan kasus Covid-19 yang terus meningkat jumlahnya.

“Kerugian pasti ada, walau pun kami tidak melakukan penghitungan secara mendetail,” kata Bupati Pangandaran Jeje wiradinata, Kamis, 1 Juli 2021.

Jeje mengaku tidak tahu berapa persisnya kerugian yang ditimbulkan akibat penutupan seluruh objek wisata di Pangandaran.

Tapi Jeje mengatakan peningkatan kasus Corona di seluruh wilayah Jawa Barat telah membuat kunjungan wisata ke Pangandaran mengalami penurunan. Terbukti akhir pekan lalu sebelum ditutup, kunjungan wisatawan pun relatif sepi.

“Minggu lalu, sebelum kami tutup kunjungan sepi. Memang ada tapi kecil sekali,” kata Jeje.

Kondisi itu menurut Jeje menghadapkan pihaknya pada dua pilihan, yang pertama dibiarkan buka dengan kunjungan minim dan risiko penularan Corona tinggi atau ditutup sekalian.

“Ya saya lebih baik ditutup saja, jangan setengah-setengah. Mari dalam 10 hari ke depan kita sama-sama berkorban. Saya tahu banyak yang mengalami kerugian, tapi mari kita sama-sama bersabar, saya yakin ini pilihan terbaik dan tepat,” kata Jeje.

Sementara itu, dari pantauan SEPUTARPANGANDARAN.COM, di objek wisata pantai Pangandaran, nyaris tidak ada aktivitas para pelaku usaha sejak pemerintah daerah menutup seluruh obyek wisata di Kabupaten Pangandaranpada hari Selasa 29 Juni 2021 kemarin.

Bahkan suasana pantai Pangandaran tampak sepi. Aktivitas ekonomi pariwisata di salah satu unggulan wisata Jawa Barat itu mendadak lumpuh.

Para pelaku usaha pariwisata pun tak punya pilihan lain, selain menutup tempat usaha karena tak ada pengunjung.***

Exit mobile version