PANGANDARAN, SPC – Peringatan Nuzulul Qur’an tingkat Kabupaten Pangandaran 1447 Hijriah di DKM Nurul Iman Cibunar, Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Jumat, 6 Maret 2026, menjadi panggung bagi Bupati Citra Pitriyami untuk menyampaikan pesan penting. Tak hanya soal religi, Citra memberikan teguran keras kepada jajaran pemerintahan desa dan menjawab keluhan infrastruktur warga.

​Acara yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi akbar tersebut ternoda oleh minimnya kehadiran perangkat kewilayahan. Bupati perempuan pertama Pangandaran itu secara terbuka menyentil sejumlah Kepala Desa (Kades) di wilayah Kecamatan Langkaplancar yang absen dalam agenda resmi pemerintah daerah tersebut.

Sentilan untuk Para Kepala Desa

​Bagi Citra, peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan instrumen penguat nilai religius di birokrasi. Ia menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat desa wajib memberikan dukungan penuh.

​“Kegiatan keagamaan tingkat kabupaten seperti ini merupakan agenda penting. Seharusnya seluruh unsur pemerintahan, termasuk para kepala desa, dapat hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan yang memperkuat nilai religius di masyarakat,” ujar Citra dengan nada tegas.

​Ia mengingatkan agar nilai-nilai Al-Qur’an dijadikan landasan dalam menjalankan tugas pemerintahan, bukan hanya menjadi slogan semata.

Ironi BBM Mahal dan Jalan Sempit

​Di sisi lain, momen ini dimanfaatkan Camat Langkaplancar, Acep Deni, untuk menyampaikan potret buram ekonomi warganya. Hingga tahun 2026, warga Langkaplancar belum mencicipi harga BBM subsidi sesuai tarif resmi karena ketiadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

​Warga terpaksa merogoh kocek hingga Rp13.000 per liter untuk membeli Pertalite di tingkat pengecer. Penyebabnya klasik: investor enggan masuk karena infrastruktur jalan yang sempit dan rusak.

​“Pengusaha menyampaikan salah satu kendalanya adalah akses jalan yang masih sempit, sehingga dinilai kurang mendukung untuk investasi,” jelas Acep Deni di hadapan Bupati.

Jawaban Bupati: “Anggaran Sedang Repot”

​Menanggapi keluhan soal akses jalan yang menjadi penghambat investasi SPBU tersebut, Bupati Citra Pitriyami memberikan jawaban jujur namun pahit. Ia mengakui pemerintah daerah saat ini sedang menghadapi tekanan finansial yang cukup berat.

​“Untuk saat ini memang cukup berat, karena kondisi anggaran sedang repot dan kami juga kesulitan mencari sumber anggaran untuk pembangunan jalan tersebut,” aku Citra.

 

​Meski mengakui keterbatasan APBD, Citra meminta masyarakat Langkaplancar untuk tetap bersabar. Ia berjanji bahwa seiring meningkatnya frekuensi kunjungan pejabat kabupaten ke wilayah tersebut, persoalan infrastruktur akan tetap masuk dalam radar prioritas pembangunan masa depan.

​“Saya mohon masyarakat bersabar. Dengan seringnya kami datang ke Langkaplancar, tentu wilayah ini akan menjadi perhatian untuk pembangunan ke depan,” pungkasnya.