Nelayan Pangandaran Pencari Kerang, Hilang di Perairan Nusakambangan

  • Bagikan

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Sugeng (55), nelayan asal Dusun Majingklak RT 01 RW 06 Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, sudah dua hari dalam pencarian.

Korban hilang saat melaut mencari kerang ‘Susuh” dan ‘Umang’, di sekitar perairan Selok Jero Nusakambangan Jawa Tengah dan di area sungai Ciawitali Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Sabtu (01/4/2021) dini hari.

Awal hilangnya korban diketahui salah satu nelayan yang hendak pergi melaut. Perahu milik korban ditemukan dengan kondisi mesin menyala namun korban tak ada di dalamnya.

Menurut Ketua Rukun Nelayan Majingklak, Misto, memang kegiatan ke laut sudah menjadi pekerjaan keseharian korban untuk mencari umang atau susuh.

“Biasanya korban berangkat pukul 01.00 WIB malam, dan pada pukul 05.00 WIB pagi sudah berada di rumah lagi. Namun hingga siang hari korban tak kunjung pulang,” tutur Misto, kepada SEPUTARPANGANDARAN.COM, Minggu (2/5/2021).

Menurut informasi, lanjut Misto, kebetulan ada salah satu nelayan Ciawitali yang hendak melaut dan melihat perahu milik korban terbawa arus dalam kondisi mesin menyala, namun orangnya tidak ada.

“Nelayan tersebut langsung memberitahu keluarga korban. Bersama nelayan lainnya mereka bergegas melakukan pencarian,” kata Misto.

“Setelah berada di lokasi perahu tersebut berada, sambil dilakukan penyisiran, perahu milik Sugeng dibawa pulang terlebih dahulu, ” ucapnya.

Hingga kini, belum diketahui penyebab dari kejadian ini. Pasalnya saat ditemukan kondisi perahu tidak nampak adanya kerusakan.

Lanjut Misto, korban juga selama ini tidak memiliki riwayat sakit yang berbahaya.

“Untuk saat ini kami dari nelayan juga tim SAR gabungan dari Jawa Barat dan Jawa Tengah, dibantu TNI/POLRI masih terus melakukan pencarian di lokasi kejadian,” terangnya.

Sementara itu, Reni (35) anak korban menyampaikan, sejak awal berangkat tidak ada keanehan yang terjadi, karena sudah terbiasa setiap malam pergi mencari umang dan susuh.

“Jika berangkat pukul 01.00 WIB dini hari, biasanya pagi harinya juga sudah pulang,” jelasnya.

Tapi hingga saat ini ayahnya belum juga pulang.”Kami sekeluarga sudah pasrah, dan berharap bapak segera ketemu,” pungkasnya. (Eris Riswana)

  • Bagikan