MerahPutih.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) membentuk tim khusus untuk menyelidiki penembakan di kantor pusat MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.
Ketua MUI untuk Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis Dijelaskan, pembentukan tim khusus itu untuk melengkapi dua hal, yakni penyelesaian mekanisme hukum dan sisi sosial, agar tetap menjaga semangat dakwah untuk umat.
Baca juga
Penembak di kantor MUI diduga punya pandangan berbeda
“Ya kita masih di jalan kebenaran, kita punya semangat dakwah, dan kita juga selalu mempersembahkan ruang yang terbaik untuk bangsa dan negara,” kata Cholil dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/5).
Sikap itu disampaikan MUI dalam pertemuan dengan berbagai tokoh ormas di Markas MUI, Jakarta, Kamis (4/5). Cholil menambahkan, sejumlah tokoh ormas yang hadir dalam pertemuan itu merasa prihatin atas aksi teror yang terjadi di Kantor Pusat MUI.
Dari kejadian itu, mereka meminta keamanan dan eskalasi keamanan ditingkatkan ke depannya. Ia juga menyebutkan, angka yang disampaikan memberikan beberapa saran, antara lain agar MUI melibatkan sistem keamanan digital seperti penggunaan cyber detector atau keamanan siber.
“Ya, MUI tetaplah rumah bersama, suar bagi ormas. Keamanan yang ketat tidak menghilangkan rasa nyaman dan kemudahan akses layaknya rumah bersama,” kata Cholil.
Sementara itu, Wakil Sekjen MUI (Wasekjen) Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Ikhsan Abdullah mengatakan, pembentukan tim khusus tersebut merupakan tindak lanjut di lingkungan kelembagaan.
Baca juga
Peristiwa penembakan tersebut tidak menyurutkan semangat MUI untuk mempersatukan umat
Tim khusus tersebut beranggotakan sembilan orang yang merupakan pengurus aktif di MUI, mulai dari wakil presiden umum (waketum), pimpinan lapangan, hingga anggota dewan lainnya.
“(Tim khusus) ini diketuai langsung oleh Presiden MUI Hukum dan HAM Prof. Nur Achmad,” katanya.
Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan analisis psikologis atau pembuatan profil terhadap penembak yang diidentifikasi sebagai Mustafa dari Lampung. Selain itu, MUI juga terus mendalami sejumlah kejanggalan terkait penembakan tersebut.
Dia menyoroti kematian mendadak pelaku. Memang, lanjutnya, beberapa saksi menyatakan pelaku masih dalam keadaan sehat saat ditangkap.
“Kami berharap dokter yang melakukan otopsi bisa mengungkap kematian pelaku,” imbuhnya.
Keanehan lain yang disorot Ikhsan terkait laporan yang menyebut pelaku sebenarnya sudah lama mengirim surat ke Polda Metro Jaya. Isi surat itu, kata dia, berisi teror dan ancaman terhadap lembaga negara dan MUI.
“Namun sejauh ini belum ada tindakan pencegahan terkait hal tersebut,” ujarnya.
Ikhsan juga membantah anggapan publik bahwa aksi tersebut terjadi karena pelaku dalam kondisi gangguan jiwa. Menurut Ikhsan, pelaku sudah teridentifikasi sejauh ini sebagai pelaku kepentingan, melihat kepiawaian pelaku sebagai penembak jitu, jejak rekening berisi dana ratusan juta, jejak digital afiliasi dengan berbagai elemen.
“Dia tidak sendiri, dia adalah bagian dari aktor. Kami mulai dari serangkaian penemuan yang terus kami jelajahi”, tutupnya.
Baca juga
Cak Imin Minta Polisi Teliti Kasus Penembakan Kantor MUI
