Indeks

Mudik, Flexing Kampung Halaman – MerahPutih

KECENDERUNGAN yang muncul di awal pandemi mendorong orang untuk menghargai kesenangan hidup yang sederhana, sebuah filosofi yang bergema kuat dua tahun kemudian. Selama dua tahun terakhir, ungkapan ‘meromantisasi hidup’ telah muncul di media sosial sebagai seruan untuk bertindak. Popularitasnya melonjak selama bulan-bulan tergelap pandemi.

Dia meminta kita untuk menghargai apa yang ada di depan kita dan hidup dengan niat, tidak peduli seberapa biasa ritual kita sehari-hari. Ini berfungsi sebagai pengingat untuk mencari momen keindahan dan merangkul minimalis.

Baca juga:

3 alasan mengapa orang bereaksi berlebihan di media sosial

Momen pulang ke rumah adalah cara untuk melepaskan semua stres. (Unsplash/Ochimaxstudio)

Di saat lebaran kali ini ada orang yang penat dengan kehidupan kota dan ingin rehat dari kesederhanaan kampung halamannya. Momen pulang ke rumah ini adalah cara untuk meninggalkan semua tekanan kota dan beristirahat di rumah.

Banyak hal yang bisa dilakukan saat pulang kampung, mulai dari berkumpul bersama keluarga hingga mencicipi hidangan khas lebaran, pergi ke tempat ziarah hingga mengunjungi tempat wisata di desa. Ada beberapa hal yang membuat orang ingin mudik saat Lebaran. Salah satunya keindahan alam.

Pulang menawarkan kesempatan untuk menghargai keindahan alam yang tidak tersedia saat kita tinggal di perkotaan. Misalnya, orang yang tinggal di kota besar mungkin merindukan udara bersih dan kehijauan alam yang asri di kampung halamannya.

Di tahun 2021, seorang perempuan menjadi viral membagikan pengalamannya tinggal di desa. Bukan karena saya suka tinggal di desa atau keindahan desa tempat saya tinggal. Justru karena ia bercerita tentang kerasnya kehidupan di desa. Momen yang Ayu bagikan lewat akun TikTok @nonayu96 memperlihatkan pemandangan hamparan sawah di depan pegunungan khas pedesaan.

Baca juga:

Jangan Infleksikan 4 Hal Ini di Media Sosial

Hidup dimanapun itu sama tergantung bagaimana kamu menyikapinya. (Pexels/Ihsan Adityawarman)

“Orang kota berlomba-lomba untuk hidup dalam keindahan desa. Sampai tahu kalau di kampung… orang tua dan keluarga itu toxic,” kata Ayu dalam videonya.

Ada beberapa hal yang mempersulit kehidupan di desa, mulai dari sifat usil penduduk desa hingga sedikitnya lapangan pekerjaan. Infrastruktur, kata dia, masih belum teratur, jalanan masih banyak yang semrawut dan parahnya masih banyak pengendara yang tidak mengikuti aturan.

Bahkan saat lebaran ini, banyak orang berduyun-duyun ke kampung halaman. Namun semua keindahan pemandangan yang ada akan menutupi betapa sulitnya hidup di desa. (Oh)

Baca juga:

Lebih baik kendalikan diri Anda untuk tidak melenturkan



Source link

Exit mobile version