Otosia.com, Jakarta Kecelakaan tragis dialami pasangan Jamaludin dan Ilah Kustilah. Keduanya tewas setelah ditabrak mobil dinas Bupati Kuningan, Jawa Barat, Acep Purnama.
Kemudian korban lain terluka parah. Ketiga korban dibawa ke RS Kuningan 45. Diduga kejadian ini disebabkan pengemudi mobil yang sedang tidur.
Setelah kejadian tersebut, kini pengemudi Toyota Hilux dengan nomor polisi E 8888 Y telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kasatlantas Polres Kuningan AKP Vino Lestari mengatakan pihaknya sedang menangani kasus kecelakaan ini.
“Iya kita sedang menangani kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil dinas Bupati Kuningan,” kata Vino seperti dikutip Antara, Selasa (4/4/2023).
toko kecelakaan
Kecelakaan ini terjadi di Jalan RE Martadinata, Sindang Agung, Kabupaten Kuningan pada Senin sore, 3 April 2023. Kendaraan tersebut menabrak beberapa pengendara dan sepeda motor yang parkir di halaman depan sebuah ruko di samping Jalan RE Martadinata.
Saat kejadian, Acep Purnama tampak baik-baik saja dan langsung turun dari mobil untuk menolong korban.
Menurut seorang saksi mata, Udin Sarnudin, Acep terlibat dalam pengangkatan salah satu korban tewas untuk dimasukkan ke ambulans. Udin menambahkan, mobil dinas Bupati Kuningan tidak hanya menabrak sepeda motor, tapi juga bengkel pinggir jalan.
Hindari Penyebab Kantuk Saat Berkendara
Kecelakaan ini merupakan salah satu dari sekian banyak kasus yang terjadi di jalan raya. Pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini adalah mengemudi dalam keadaan mengantuk tidak hanya berbahaya bagi Anda, tetapi juga bagi pengguna jalan lainnya.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), rasa kantuk saat berkendara biasanya terjadi saat pengemudi kurang tidur. Itu juga dapat terjadi karena gangguan tidur yang tidak diobati atau kerja shift.
Obat resep dan obat bebas juga dapat menyebabkan kantuk. Di sisi lain, konsumsi alkohol juga bisa dikaitkan dengan rasa kantuk.
“Jatuh saat mengemudi jelas berbahaya, tapi rasa kantuk juga bisa memengaruhi kemampuan Anda mengemudi dengan aman, meski Anda tidak sedang tidur,” kutip situs resmi CDC Selasa (4/4/2023).
Rasa kantuk membuat fokus driver Buyar
Rasa mengantuk, meski tidak tidur, tetap bisa membuyarkan fokus saat berkendara. Menurut CDC, kantuk dapat menyebabkan:
– Kurang dapat memperhatikan jalan – Memperlambat waktu reaksi jika harus mengerem atau memutar kemudi secara tiba-tiba – Mempengaruhi kemampuan untuk mengambil keputusan berkendara yang baik. Dalam survei CDC, diperkirakan 1 dari 25 pengemudi dewasa (berusia 18 tahun ke atas) dilaporkan tertidur saat mengemudi dalam 30 hari terakhir.
Dalam survei CDC yang sama, pengemudi dewasa yang mendengkur atau umumnya tidur 6 jam atau kurang per hari lebih cenderung tertidur saat mengemudi daripada pengemudi yang tidak mendengkur atau umumnya tidur 7 jam atau lebih per hari.
Mengemudi mengantuk menyebabkan 91.000 kecelakaan pada tahun 2017, mengakibatkan 50.000 cedera dan hampir 800 kematian.
Pada tahun 2020, ada 633 kematian berdasarkan laporan polisi. Namun, angka ini meragukan dan diperkirakan lebih dari 6.000 kecelakaan fatal setiap tahun mungkin melibatkan pengemudi yang mengantuk. Para peneliti juga memperkirakan bahwa lebih dari 70 juta orang Amerika menderita gangguan tidur.
Hindari rasa kantuk saat berkendara
Mengantuk saat mengemudi bisa dicegah. Cara pencegahannya adalah:
– Cukup tidur. Kebanyakan orang dewasa membutuhkan setidaknya 7 jam tidur sehari, dan remaja membutuhkan setidaknya 8 jam.
– Kembangkan kebiasaan tidur yang baik, seperti mengikuti jadwal tidur yang sehat.
– Jika Anda mengalami gangguan tidur atau mengalami gejala gangguan tidur, seperti mendengkur atau mengantuk di siang hari, bicarakan dengan dokter Anda tentang pilihan pengobatan.
– Sebelum mengemudi, hindari minum obat yang dapat menyebabkan kantuk. Pastikan untuk memeriksa label obat apa pun yang Anda minum atau minta penjelasan apoteker Anda sebelum meminumnya.
– Sebelum mengemudi, hindari konsumsi minuman beralkohol. Ini karena alkohol merusak keterampilan yang dibutuhkan untuk mengemudi dan meningkatkan rasa kantuk.
Pengarang : Ade Nasihudin Al Ansori
Sumber: Liputan6.com
