SEPUTARPANGANDARAN.COM, JAKARTA – Model Artificial Intelligence Lexi Love berhasil meraup keuntungan sebesar USD300 ribu atau Rp471 jt per bulan dari para pria kesepian. Model berambut pirang itu tak cuma miliki fisik menakjubkan tapi juga kecerdasan luar biasa untuk menciptakan nyaman para pelanggan.

Dilansir dari Oddity Central, Rabu (24/1/2024), Lexi Love berinteraksi dengan pelanggan berbayar di 30 bahasa berbeda, 24 jam sehari.

Lexi Love hanya sekali contoh terbaru dari kegiatan bisnis model Kecerdasan Buatan yang dimaksud berada dalam booming. Para pendahulunya seperti Aitana Lopez kemudian Emily Pellegrini juga sangat digandrungi.

Lexi Love didesain oleh startup berbasis di tempat Inggris, Foxy Artificial Intelligence kemudian mulai beroperasi sejak Juni 2023. Meski relatif baru, pesonanya telah lama mampu membius berbagai pria dalam dunia. Tercatat, beliau telah lama menerima lebih banyak dari 20 lamaran pernikahan.

Ternyata, kesuksesan Lexi berkat fakta bahwa ia dirancang bukanlah semata-mata dengan wajah cantik juga tubuh menakjubkan, tetapi juga mampu bercanda, tertawa, juga beradaptasi dengan kepribadian, minat, lalu preferensi yang mana berbeda.

“Dengan popularitasnya yang digunakan terus berkembang, Lexi telah lama menjadi sumber penghasilan yang mana menguntungkan,” kata direktur utama Foxy AI, Sam Emara, untuk Jam Press.

“Ini adalah bukti kemampuannya untuk terhubung secara mendalam dengan orang juga memberi merek pengalaman mirip manusia yang tersebut memuaskan, meskipun sebagai AI.”

Di situs web Foxy AI, Lexi Love muncul sebagai pecandu sushi berusia 21 tahun dan juga profesional dancing. Hobinya termasuk yoga lalu bola voli pantai. Pelanggan berbayar dapat berinteraksi di instruksi teks serta pengumuman dengan Lexi, tetapi mereka juga dapat meminta-minta fotonya.

Para pencipta Lexi mengklaim model Artificial Intelligence ini dirancang sebagai pacar sempurna untuk banyak pria. Dengan fasilitas yang mana sempurna kesuksesannya di waktu singkat adalah bukti kemungkinan bidang yang digunakan sangat menguntungkan, meskipun kontroversial.

Di balik popularitasnya, Lexi juga menuai sejumlah kritik. Sejumlah pihak menyebutnya sebagai iklan untuk layanan chatbot primitif.

Sumber Sindonews