PANGANDARAN – Hamparan padi yang menghijau di Desa Cibogo dan Karangmulya, Kecamatan Padaherang, menjadi saksi keriuhan yang berbeda pada Minggu pagi. Ruas Jalan Pesawahan yang biasanya lengang, disulap menjadi lautan manusia. Warga tumpah ruah memanfaatkan momen Car Free Day (CFD) yang diklaim sebagai salah satu jalur terpanjang di Kabupaten Pangandaran.

​Bukan sekadar ajang mencari keringat, jalanan desa ini mendadak berubah menjadi etalase ekonomi kerakyatan. Di sisi kiri dan kanan jalan, ratusan tenda UMKM berdiri rapi, menjajakan aneka rupa—mulai dari kuliner, kerajinan, hingga bibit ternak.

Interaksi Jenaka Bupati dan Pedagang

​Kehadiran Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, menambah semarak suasana. Tanpa sekat protokoler yang kaku, Citra menyusuri jalanan aspal di tengah sawah itu, menyapa warga yang berdesakan.

​Dalam pantauan di lokasi, perhatian orang nomor satu di Pangandaran itu sempat tersita oleh seorang pedagang bibit unggas yang menggelar lapak sederhananya di pinggir sawah. Citra tampak antusias melihat keranjang berisi anak bebek (meri) dan anak ayam warna-warni.

​”Sabaraha ieu anak nu kieu, Kang? (Berapa ini anak yang begini, Kang?)” tanya Citra sambil menunjuk anak bebek.

“Dua belas ribu, Bu,” jawab sang pedagang.

​Mendengar harga tersebut, Citra sempat berseloroh membandingkan harga dengan jenis unggas lainnya, memancing tawa warga sekitar. “Lucu euy,” gumamnya sambil memegang anak bebek tersebut. Tak hanya itu, ia juga sempat berhenti di lapak kuliner “Mini Chicken”, memastikan dagangan warganya laris manis.

​”Saya mendukung sekali, mudah-mudahan ini terus continue, konsisten,” ucap Citra di sela-sela kerumunan.

Nadi Ekonomi di Ruang Publik

Citra menyebut energi di CFD Cibogo sangat luar biasa. Baginya, ruang publik yang hidup adalah indikator kesehatan sosial sekaligus ekonomi.

​”Melihat warga berolahraga, berkumpul, dan menikmati ruang publik seperti ini membuat saya sangat bahagia,” tulis Citra.

​Ia menaruh harapan besar pada geliat UMKM di kawasan tersebut. Jalur pesawahan yang menawarkan panorama eksotis dinilai memiliki nilai jual wisata yang unik, berbeda dengan CFD di perkotaan yang dikepung gedung beton.

​“Mudah-mudahan dengan hadirnya Car Free Day, perekonomian warga dan UMKM lokal semakin tumbuh. Ruang publik yang hidup adalah tanda masyarakat yang sehat dan ekonomi yang bergerak,” tambahnya.

​Kegiatan di perbatasan Desa Cibogo dan Karangmulya ini diharapkan warga tidak hanya menjadi euforia sesaat. Mereka berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan fasilitas agar CFD “rasa desa” ini bisa menjadi ikon wisata baru yang inklusif di Pangandaran.