SEPUTARPANGANDARAN.COM, INFO NASIONAL – Dalam rangka roadshow peringatan tegas Hari Ibu ke-95 yang mana jatuh pada 22 Desember mendatang, Menteri Pemberdayaan Perempuan kemudian Perlindungan Anak Republik Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau rutin disapa Ibu Bintang Puspayoga menyapa beratus-ratus perempuan hebat Aceh di acara Keajaiban Perempuan Indonesia. Berlokasi dalam Gedung Balee Meuseuraya Aceh, Ia bertemu dengan perwakilan klien PNM Mekaar serta beberapa komunitas perempuan dalam Aceh.
Ibu Bintang berdialog dengan 4 perempuan hebat Aceh yang mana sangat inspiratif. Mulai dari perempuan yang dimaksud mengalami pasang surut usahanya tetapi tetap saja tegar pada menghidupi keluarga, lalu kisah sukses perempuan yang digunakan saling membantu untuk bangkitkan kegiatan ekonomi keluarga, hingga perjuangan menakjubkan pribadi single parent yang sempat menjadi korban kekerasan di rumah tangga (KDRT).
Kisah dari masing-masing perempuan hebat ini menyebabkan Ibu Bintang terinspirasi dan juga semakin percaya bahwa perempuan punya peran besar untuk memberikan faedah bagi dirinya sendiri sekaligus lingkungan sekitar. “Perempuan tidak ada belaka memperjuangkan kelompoknya sendiri tapi juga memperjuangkan bangsa juga negara,” paparnya pada Rabu, 21 November 2023 lalu.
Tiga dari empat perempuan yang digunakan sempat berdialog dengan Menteri PPPA yang disebutkan merupakan pengguna PNM Mekaar (Membina Perekonomian Keluarga Sejahtera) Pusat Aceh yang dimaksud tiada belaka terlibat menjalani bisnis tetapi juga menjadi tulang punggung keluarga. Sehingga menurutnya, Peringatan Hari Ibu (PHI) tidak belaka peluang untuk menghargai jasa para ibu tapi peran perempuan secara keseluruhan seperti yang tersebut dikisahkan oleh pengguna PNM Mekaar.
“PHI mengingatkan kita semua bahwa keadilan, kesejahteraan juga perdamaian yang kita dambakan tak akan pernah tercapai tanpa peran dan juga perempuan. Perempuan tidak cuma mampu memotivasi sesama tetapi juga mampu memberdayakan, menguatkan dan juga mengakibatkan dampak luar biasa,” tambahnya.
PNM sebagai lembaga pemberdayaan melalui pembiayaan kemudian pendampingan yang digunakan telah terjadi tergabung di Holding Ultra Mikro turut mengapresiasi perjuangan perempuan pengguna binaannya. Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menyampaikan bahwa pelanggan berpartisipasi PNM di area Aceh mencapai 310 ribu orang. Arief menegaskan perjuangan bidang usaha mereka itu dapat menjadi contoh kemandirian dunia usaha bagi penduduk Aceh.
Selain memberikan modal finansial, PNM juga berikrar memberikan modal intelektual juga sosial. Pemberdayaan diarahkan pada peningkatan kesejahteraan klien khususnya pada perkembangan dunia usaha yang mana menciptakan multiplier effect terhadap konstruksi sosial kemudian konstruksi lingkungan.
“Dari kisah mereka kita mampu mengambil pelajaran bahwa perempuan itu hebat oleh sebab itu berjuang tidak untuk dirinya sendiri tapi juga keluarga serta orang sekitarnya. Kami percaya jikalau PNM terus memberikan pendampingan untuk kelompok perempuan akar rumput, kesejahteraan lebih tinggi cepat tercapai,” jelas Arief.
Pada acara ini para partisipan yang hadir juga dapat melakukan konseling terhadap psikolog pada bilik Ruang Perempuan Bercerita, melakukan pemeriksaan kondisi tubuh dalam Ruang Cek Kesehatan, menyampaikan aduan tentang kekerasan pada bilik layanan Sapa 129 dan juga berbelanja hasil UMKM unggulan pada selasar bazar UMKM.(*)
Sumber: tempo
