KONSUMSI Konsumsi serangga biasanya dilakukan oleh orang yang menyukai tantangan dan mencoba hal baru. Namun, beberapa serangga menjadi populer di seluruh dunia karena nilai gizinya.
“Saya sudah makan serangga di banyak negara: rayap, kalajengking, larva kumbang, belalang, ulat sutera. Itu semua sangat umum,” kata ahli entomologi Jeff Tomberlin. CNN. Dia menceritakan bahwa dia telah makan ulat tepung goreng seperti keripik kentang dan rayap, yang diasapi dan disajikan sebagai hidangan pembuka.
Berdasarkan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), kelompok serangga yang paling banyak dikonsumsi secara global adalah semut, kumbang, lebah, ulat, jangkrik, capung, lalat, belalang, serangga berdaun, rayap dan tawon. Namun, Universitas dan Penelitian Wageningen di Belanda mengatakan bahwa ada lebih dari 2.100 serangga yang dapat dimakan di dunia.
dilaporkan webmd.com, banyak serangga memiliki kandungan nutrisi yang kaya. Salah satunya jangkrik dewasa yang bisa menjadi sumber zat besi, protein dan vitamin B12. Selain itu, rayap di Afrika dikenal sebagai makanan yang kaya akan protein, asam lemak, zat besi dan kalsium.
Di sisi lain, dikutip oleh Forum Ekonomi Dunia, memakan serangga juga dapat mengurangi jejak karbon secara signifikan. Memakan serangga dapat menghasilkan protein berkualitas dalam jumlah yang setara dengan yang dikonsumsi hewan. Serangga juga membutuhkan perawatan dan pemeliharaan yang lebih sedikit daripada hewan ternak.
Ternak seperti sapi dan kambing membutuhkan lahan dan air yang banyak sehingga menjadi salah satu faktor kerusakan lingkungan. Berdasarkan Waktu New York, daging dan susu memiliki dampak yang sangat besar karena menyumbang sekitar 14,5% gas rumah kaca setiap tahun. Kontribusi itu setara dengan emisi semua mobil, truk, pesawat, dan kapal yang digabungkan di dunia saat ini.
Berdasarkan Forum Ekonomi Dunia, pada tahun 2050 Bumi akan memiliki hampir 10 miliar orang, sehingga permintaan protein akan melebihi kapasitas produksinya. Tanpa protein, tubuh manusia tidak dapat menghasilkan beberapa asam amino esensial yang kita butuhkan untuk hidup. Untuk kelangsungan hidup jangka panjang, manusia perlu meningkatkan produksi pangan dan menurunkan emisi karbon pada saat yang bersamaan. (Anda)
