Bupati dan jajaran Pemkab Pangandaran berziarah ke makam mendiang H. Yos Rosbi, salah seorang tokoh pemekaran Pangandaran, di Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, Jumat (22/10/2021).

Kegiatan ziarah ke makam para tokoh pejuang pemekaran tersebut adalah salah satu rangkaian memperingati HUT Kabupaten Pangandaran ke 9, yang jatuh pada tanggal 25 Oktober 2021.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan jajarannya melaksanakan ziarah dan doa bersama ke sejumlah makam tokoh pemekaran Pangandaran.

“Soekarno mengatakan Jasmerah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah,” kata Jeje.

Dia menjelaskan kondisi Pangandaran saat ini dengan segala pencapaiannya, tidak bisa terpisah dari kepingan sejarah masa lalu dan perjuangan tokoh pemekaran. Tak ada hari ini jika tak ada masa lalu.

“Apa yang terjadi hari ini bagian dari masa lalu. Kita harus menghargai dan menghormati mereka yang telah berjasa bagi Pangandaran,” kata Jeje.

Di mata Bupati Jeje, sosok almarhum H. Yos merupakan tokoh perjuangan yang penting dan tulus.

“Entah berapa banya waktu yang beliau korbankan, berapa banyak materi yang beliau berikan, berapa panjang perjalanan demi terwujudkan Pangandaran sebagai daerah otonom baru,” kata Jeje.

Jeje juga mengatakan ketulusan seorang H. Yos patut diteladani. “Jasa beliau bagi Pangandaran sudah tak diragukan lagi. Tapi beliau tidak ingin jadi Bupati, tidak ingin jadi pemborong dan tidak ingin mendapatkan fasilitasi dari pemerintah. Almarhum sangat tulus memperjuangkan masyarakat Pangandaran,” kata Jeje.

Selain ziarah ke almarhum H. Yos Rosbi, Bupati Pangandaran juga melakukan ziarah ke sejumlah tokoh pemekaran lain. Diantaranya almarhum KH. Zenal Arif, KH. Didi Abdul Majid dan lainnya.

Sosok Almarhum H. Yos Rosbi di Mata Keluarga

Joe Irwan, salah seorang anak almarhum H. Yos Rosbi menyatakan apresiasi atas kedatangan jajaran Pemkab Pangandaran untuk berziarah dan mendoakan mendiang ayahnya.

“Kami mewakili pihak keluarga sangat berterimakasih kepada Pemkab Pangandaran. Ini sebuah kehormatan. Kami terharu dan bangga,” kata Joe.

Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran itu mengatakan selain menjadi kebanggaan keluarga besarnya, sosok H. Yos telah mengajarkan banyak pelajaran hidup bagi keluarga terutama anak-anaknya.

“Bapak sosok yang luar biasa, kebanggaan kami. Yang mana telah memberi contoh bagaimana mengabdikan diri dan berbuat bagi masyarakat Pangandaran,” kata Joe didampingi ibu dan saudaranya.

Nama H. Yos sendiri sampai saat ini masih melekat di hati masyarakat Pangandaran. Mendiang adalah seorang pengusaha sukses. Salah satu bidang usahanya adalah bisnis gula kelapa.

Jejaring mitra bisnisnya yang tersebar di seluruh pelosok Pangandaran, membuat almarhum populer dan menjadi tokoh masyarakat Pangandaran.

Pembawaannya yang murah hati dan penyabar, membuat dia dekat dengan masyarakat.

Kiprah H. Yos Rosbi dalam pemekaran Kabupaten Pangandaran

Pria kelahiran 1 Januari 1940 dan wafat pada 14 April 2019 itu, merupakan salah satu inisiator dan penggagas pemekaran Kabupaten Pangandaran dari Kabupaten Ciamis.

Dalam struktur Presidium Pemekaran, H. Yos menjadi wakil bendahara. Melihat latar belakangnya sebagai pengusaha dan posisinya sebagai bendahara, bisa ditebak bahwa H. Yos berperan besar dalam kebutuhan “amunisi” perjuangan pemekaran Pangandaran.

Tapi tak hanya itu, ketokohan, pemikiran dan pembawaannya yang ramah juga sangat berpengaruh dalam dinamika perjuangan pemekaran.

“Bapak sukses membangun usaha karena dukungan masyarakat Pangandaran, sehingga Bapak pun bertekad untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk Pangandaran. Kami tahu itu cita-cita yang mulia. Sehingga ketika itu, kami sekeluarga support perjuangan bapak untuk pemekaran Pangandaran,” pungkas Joe.***