PARIGITower Base Transceiver Station (BTS) milik perusahaan seluler yang menjulang tepat dibelakang Kantor Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, diprotes warga.

Warga Dusun Karangbenda RT 03 RW 01 Desa Karangbenda, kecamatan Parigi, tempat berdirinya tower, mengaku khawatir dengan dampak buruk yang ditimbulkan.

“Warga khawatir dengan radiasi, robohnya tower dan sambaran petir yang terjadi ketika hujan turun,” kata Kepala dusun Karangbenda, Awan Gunawan, Rabu (17/3/2021).

Permasalahan ini, semakin mencuat terlebih tower ini sudah berdiri 12 tahun dan dikhawatirkan suatu waktu bisa roboh.

“Selain khawatir soal radiasi dan sambaran petir, beberapa televisi dan barang elektronik lainnya mengalami kerusakan akibat loncatan petir dari tower.” terangnya.

Kepala Desa Karangbenda, Kasih Senjaya (43) membenarkan informasi tersebut. Dirinya menyayangkan pihak perusahaan tower BTS yang kurang merespon aspirasi warga yang tinggal di sekitar tower.

“Saya selaku Kepala Desa atas ajuan dari warga, mengharapkan perusahaan pemilik tower bisa duduk bersama terkait masalah yang ada di masyarakat, ” jelasnya.

Dikatakan Kasih, soal kompensasi bagi warga memang tidak ada. Begitu pula kepada Pemdes Karangbenda.

“Pihak perusahaan harus lebih bertanggungjawab atas permasalahan warga sekitar tower.”

“Keberadaan tower juga terlalu dekat Kantor Pemerintahan Desa sebagai tempat pelayanan publik. Padahal sesuai ketentuan, idealnya kan minimal berjarak 20 meter dari tempat aktivitas warga,” ucapnya. (Asep Age)