BERITA  

Masih Ada Karyawan Hotel di Pangandaran Gajinya di Bawah UMK

SEPUTARPANGANDARAN.COM Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, hotel di Pangandaran masih ada yang menggaji karyawannya di bawah Upah Minumum Kabupaten (UMK).

“Kalau di pabrik sudah disiplin soal UMK, tapi yang di hotel ini kurang disiplin dan masih ada persoalan tentang besaran upah karyawannya,” ujar Jeje, saat ditemui di PT Pecu, Kecamatan Sidamulih, Jumat (20/12/2019).

Jeje menegaskan pihaknya sudah menerima laporan terkait adanya beberapa hotel yang masih memberikan gaji dibawah UMK.

“Makanya dalam kurun waktu Desember sampai dengan Januari, saya akan turun ke lapangan untuk mengecek,” terangnya.

Menurut dia, kontrol pemberian gaji di pabik besar seperti masih bisa dilakukan oleh Serikat Pekerja. Sementara di hotel-hotel belum ada perhimpunan atau serikat yang menampung para pekerja. “Jadi kelemahanya itu, kalau di PT. Pecu ini sudah ada Serikat Pekerja,” ujarnya.

Lanjut Dia, kedepan bukan tidak mungkin akan didorong pembentukan Serikat Pekerja di perhotelan. “Namun sejauh ini masih sulit, karena managemennya jauh sekali dengan pabrik-pabrik,” tuturnya.

Baca juga:  Anak Penderita Jantung Bocor di Pangandaran Butuh Uluran Tangan

Menurut dia, sejauh ini belum ada perusahaan yang mengajukan keberatan mengenai penetapan UMK Kabupaten Pangandaran yang mencapai Rp 1,8 juta.

“Tahun kemarin juga tidak ada yang mengajukan keberatan,” terangnya.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran Dadang Gunawan mengakui, masih ada hotel yang membayar karyawannya dibawah nilai UMK Pangandaran.

“Ya memang ada tapi tidak banyak, tidak sampai 1 persen,” ujarnya.

Menurut Dadang pemberian upah di bawah UMK itu hanya diberikan kepada karyawan kontrak atau tidak tetap. Kalau karyawan tetapnya sudah digaji sesuai UMK. (*)