Maiya Bicara Tentang Pengorbanan lewat Single ‘Bleed For Me’

PENYANYI begitu juga dengan model Maiya Deviatkova sapaan akrabnya saat Maiya merilis karya terbarunya yang berjudul berdarah untukku. Dengan nuansa glamor dan gemerlap, lagu ini berbicara tentang kompromi dan pengorbanan dalam sebuah hubungan cinta.
“Perubahan adalah resep kemajuan di tengah stagnasi. Tentang berdarah untukku, saya meminta pasangan saya untuk berkompromi dan mencoba, karena saya juga mencoba demi hubungan kita. Lebih-lebih lagi, dibutuhkan dua orang untuk menari tangokata Maiya dalam catatan resmi yang diterima Merah Putih, Sabtu (8/4).
Baca juga:
‘Komang’ Raim Laode Pecahkan Rekor Spotify
Karya ini datang sebagai kelanjutan setelah debutnya yang mempesona. tersentuh berjudul 2021 yang lalu, dengan dua versi remix didistribusikan pada tahun 2022. Masih bekerja sama dengan produser dan rekan penulis Joseph Saryuf (Iyub), Maiya membawa sentuhan yang kaya dan menggoda ke dunia musik menaridengan kematangan yang ditunjukkan dalam penyampaian vokal dan musik.
Menurut Iyub, lagu ini terdengar seperti “musik elektronik dengan jiwadengan garis bass jiwa DAN pengecut elemen akustik yang groovy dan kuat.” Untuk track ini, Iyub mengambil pendekatan menarik dengan mengikuti kedewasaan Maiya sebagai artis, musisi dan pendongeng.
Maka untuk proses pembuatan lagunya, Iyub mengikuti karakter vokal Maiya sebagai struktur dasarnya, sebuah eksplorasi yang dihasilkan dari membandingkan warna vokal Maiya ketika disandingkan dengan instrumentasi berbeda dalam versi remix untuk lajang lebih baik.
Baca juga:
Belajar ikhlas lewat single terbaru Raissa Ramadhani
Tampil sebagai sosok yang mempesona, Maiya memang identik dengan gaya glam dan pesona yang menarik semua mata padanya dan semua telinga pada musiknya. Dekat namun sulit dijangkau, Maiya memberikan gambaran tentang kehidupan ideal yang didambakan banyak orang.
Karakter ini ditampilkan di video musik resmi lebih muda ke berdarah untukku yang juga disutradarai oleh Iyub. Dalam video musik ini, Maiya bermain dengan lampu-lampu yang sesekali redup dan terang, mengelilinginya dengan berbagai warna dan corak yang seakan menyempurnakan penggambarannya. Dengan sentuhan futuristik dan retro pengeditan kasar tahun 70-an, Video musik adalah pertemuan musik yang elegan dan mode. (jauh)
Baca juga:
Majelis Lidah Berduri persembahkan lagu untuk ‘Pulang Kampung’


