BERITA  

Macan Tutul Berkeliaran, Petugas BKSDA Pangandaran Turun Tangan

Macan Tutul dibalik rimbunan pepohonan. (foto : Ilustrasi)

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Kabupaten Pangandaran, terus menggiring induk macan tutul yang diduga memiliki dua ekor anaknya yang masih kecil-kecil itu ke dalam hutan.

Tiga ekor macan tutul tersebut dilaporkan warga berkeliaran sekitar ratusan meter dari pemukiman warga di Dusun Cilembu, Desa Cigugur Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran.

Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya bangkai hewan lutung yang diduga telah di mangsa oleh macan tersebut.

Kepala BKSDA Resort Kab Pangandaran Uking Iskandar membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari warga melalui petugas Perhutani bahwa pekan lalu di kawasan Perum Perhutani KPH Ciamis petak 14. Dusun Ciwangkal, Desa Cigugur Kecamatan Cigugur, Kab. Pangandaran melihat keberadaan macan tutul yang keluar dari gua di dalam hutan.

“Mendapat laporan tersebut, kami menugaskan tim petugas dari resor pangandaran bergerak menuju lokasi kejadian dan langsung menemui masyarakat dan petugas Perum Perhutani serta berkoordinasi dengan kepala dusun serta tokoh masyarakat,” ujar Uking, seperti dilansir Pikiran Rakyat, Minggu, 10 November 2019.

Baca juga:  Bank bjb Siap Wujudkan Komitmen Sebagai Akselerator Pembangunan Jabar

Di lokasi kejadian lanjut Uking, tim bersama petugas Perum Perhutani dan beberapa warga melakukan pengecekan. Di sana tim menemukan  bangkai lutung yang dimangsa oleh macan tutul serta  jejak macan tutul meskipun sudah tidak terlihat jelas.

Kata Uking, dari keterangan dari petugas Perum Perhutani kejadian diketahui atas laporan Edi, warga setempat yang baru pulang dari kebun PHBM di kawasan Perum Perhutani.

Saat itu kata Uking, warga melihat macan tutul keluar dari gua di dalam hutan sedang memangsa lutung.

“Melihat kejadian tersebut kemudian warga yang bersangkutan lari keluar hutan dan langsung melaporkan kepada petugas Perum Perhutani,” ujar Uking.

Menurut Uking, sampai dengan saat ini tim masih berada di lokasi dan berjaga bersama warga.

“Perlu kami sampaikan bahwa meskipun warga sangat resah, namun situasi dan kondisi di lapangan kondusif. Tim petugas sudah memberikan arahan agar warga tenang karena akan di tangani oleh petugas BBKSDA Jabar dan Perum Perhutani sampai masyarakat merasa aman.

“Kita sudah giring macan tutul itu ke dalam hutan pakai petasan, karena biasanya kalau pake petasan, macan tidak mau lagi kembali ke lokasi tersebut dan hanya berkeliaran di dalam hutan aja,” kata Uking. (*)