MerahPutih.com – Pembangunan Light Rail Transit (LRT) Tahap 1B jalur Velodromo-Manggarai mendapat pengawasan ketat dari Komisi B DPRD DKI. Dikhawatirkan pembangunan VLT justru menambah kepadatan baru.

Oleh karena itu, Ketua Komisi B DPRD DKI Ismail meminta PT LRT Jakarta mengkaji secara komprehensif pembangunan LRT Velodrome – Manggarai sepanjang 6,4 kilometer (km).

Ia khawatir akan terjadi penumpukan penumpang karena Stasiun Manggarai saat ini menampung banyak moda transportasi. Seperti Jalur Suburban (KRL), Kereta Bandara, Kereta Jarak Jauh, Bus TransJakarta hingga Bus Pengumpan.

Baca juga:

LRT Jabodebek Hari Ini Lakukan Uji Operasional Lengkap

“Jangan sampai kita kurang komprehensif. Jadi, dalam banyak hal harus komprehensif. Saya sedikit khawatir ke depan medannya akan sangat sempit,” ujarnya.

Politisi PKS ini menyarankan PT LRT Jakarta untuk segera melakukan kajian. Dia mencontohkan bagaimana Stasiun Tanah Abang tertatih-tatih ketika masih berstatus Transit Oriented Development (TOD). Penumpukan penumpang selalu terjadi dan baru kemudian area diperluas oleh PT KAI.

“Jangan lama-lama berpikir karena ini (LRT Phase 1B) selesai, bisa dibayangkan seperti apa high peak-nya, sementara kebutuhan support system di area sekitar TOD belum disiapkan,” ujarnya. dijelaskan. .

Baca juga:

Pemprov DKI Tambah Rp 1,5 Triliun untuk Bangun LRT Velodrome – Manggarai

Dia juga meminta PT LRT mengkaji ulang skema pembayaran di luar penggunaan APBD melalui suntikan kepemilikan saham daerah (PMD). Proyeksi kebutuhan anggaran pembangunan di atas Rp 5 triliun dikhawatirkan akan membebani APBD DKI.

“Ada pembiayaan kredit sebagai alternatif opsi B ketika (pembiayaan berasal dari seluruh APBD) ini tidak bisa dilaksanakan”, tambahnya. (asp)

Baca juga:

Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung dan LRT Jabodebek hampir selesai



Source link