Lima Fakta Menarik Film Sobat Ambyar yang Tayang Hari Ini

  • Whatsapp

JAKARTA – Sebelum meninggal dunia, Didi Kempot sempat ambil bagian dalam produksi film berjudul Sobat Ambyar. Film tersebut tayang mulai hari ini di Netflix.

Sobat Ambyar menjadi film pertama dan terakhir yang dibintangi Didi Kempot. Disutradarai oleh Charles Gozali dan Bagus Bramanti, Sobat Ambyar menceritakan drama patah hati yang dialami tokohnya bernama jatmiko.

Bacaan Lainnya

Charles Gozali dan Bagus Bramanti menyelipkan karya-karya Didi Kempot sang musisi Campursari dalam cerita film ini. Termasuk menyelipkan lagu-lagu patah hati milik sang maestro.

Ada lima fakta menarik di balik film Sobat Ambyar. Tak hanya membintangi, Sobat Ambyar juga diproduseri oleh Didi Kempot. Berikut fakta-faktanya:

1. Inspirasi sang sutradara

Sutradara Bagus Bramanti dan Charles Gozali mengaku bahwa inspirasi mereka datang dari fenomena Didi Kempot dan sobat ambyar. Sebagai penggemar Didi Kempot sejak lama, keduanya melihat hal yang unik di mana anak-anak muda zaman sekarang dapat menggemari seorang maestro campursari. Bagus menjelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana ide film ini akhirnya tercipta.

Dia mendengar ungkapan ‘patah hati dijogeti’ yang dilontarkan Didi Kempot dalam sebuah video di Youtube dan tertarik untuk menerjemahkan hal ini sebagai sebuah film. Timnya pun melakukan sebuah FGD (Forum Group Discussion) bersama beberapa penggemar Didi Kempot, di mana cerita-cerita peserta akhirnya dirangkum dan dijadikan sebuah skenario.

“Kami sangat menghormati keberadaan Mas Didi dan sobat ambyar, dan kami mencoba menangkap semangat mereka,” ujar Bagus.

2. Warisan sang maestro

Kepergian Didi Kempot yang mendadak tahun lalu meninggalkan duka yang mendalam bagi para kru dan pemain Sobat Ambyar. Sutradara Charles Gozali berkomentar mengenai sebuah rasa tanggung jawab yang dipikulnya dalam berupaya menjaga warisan Didi Kempot.

Charles ingin membawa energi dan semangat yang besar ke dalam film ini agar tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan oleh beliau. “Semoga hari ini dan ke depannya Mas Didi bisa tersenyum dari surga melihat apa yang sudah kami coba persembahkan bagi beliau, masyarakat, dan sobat ambyar.”

Hal ini ini juga disetujui oleh Bagus Bramanti yang menambahkan, “Kami tidak pernah membayangkan bisa bekerja dengan Mas Didi. Sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk menjadi pihak pertama dan terakhir yang menerjemahkan siapa karakter Mas Didi dalam dunia sinematik.”

3. Momen ambyar

Asri Welas menceritakan momen ambyar mengenai proses pembuatan film, seperti orang-orang yang menangis melihat Didi Kempot bernyanyi saat syuting. Asri melanjutkan bahwa kepergian Didi Kempot cukup membuat hatinya ambyar dan bagaimana film ini adalah karya terakhir beliau yang tidak boleh dilewatkan orang-orang.

“Film ini begitu mewakili rasa kehilangan sahabat dan sosok budayawan yang bekerja sangat konsisten di bidangnya hingga diapresiasi oleh bangsanya,” urai Asri Welas.

Sementara itu, Mo Sidik berbagi kekecewaannya karena tidak sempat bertemu dengan Didi Kempot, “Berharap dapat bertemu ketika penayangan film, namun ternyata tidak bisa.”

4. Unsur lokal yang kental

Sutradara Charles Gozali melihat Sobat Ambyar sebagai film yang mengantarkan konten-konten seperti kearifan budaya lokal dan lagu campur sari. Dia ingin mengikuti pesan Didi Kempot yang mengatakan bahwa anak muda jangan malu menyanyikan lagu daerah.

Sementara itu, Bagus Bramanti melihat lagu-lagu yang Didi Kempot tinggalkan menginspirasi bagaimana nostalgia Jawa di masa lalu dan masa sekarang.

Hal serupa juga disampaikan oleh pemain Sisca JKT48, di mana menurutnya penggunaan dialog yang sebagian besar dalam Bahasa Jawa menjadi unsur lokal yang sangat menarik,

“Sebagai orang Jawa, saya bangga film ini bisa tayang di Netflix dan bisa ditonton oleh banyak orang dari luar negeri. Semoga unsur-unsur lokal yang cantik di film ini bisa membuat orang-orang yang belum tahu terlalu banyak tentang Indonesia menjadi penasaran untuk mempelajari budaya kita,” tuturnya.

5. Tema patah hati

Sobat Ambyar mengangkat tema patah hati yang akan terasa familiar oleh siapapun. Aktor dan aktris muda berbakat Bhisma Mulia dan Denira Wiraguna berperan sebagai Jatmiko dan Saras, di mana keduanya mewakili sosok yang mematahkan hati dan yang terpatahkan hatinya. Bhisma dan Saras pun berkomentar mengenai pelajaran yang didapat dari karakter mereka.

Bagi Denira, ia merasa bahwa ada aspek-aspek lain yang ikut terdampak ketika mematahkan perasaan seseorang, seperti kehidupan sehari-hari dan pekerjaan. Sementara itu, Bhisma menjelaskan dari sisi yang disakiti.

“Mengutip kata Pakde Didi, ambyar dijogeti bukan berarti melupakan, karena pasti tidak mungkin bisa lupa begitu saja. Saya mengambil patah hati sebagai motivasi untuk lebih baik lagi,” ujar Bhisma Mulia.

sumber : detikcom

Pos terkait