Lembaga Adat dan Marga Kogoya Turun Tangan dalam Pembebasan Pilot Susi Air

MerahPutih.com – Upaya membebaskan pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens sejauh ini tidak berhasil. Pilot berkebangsaan Selandia Baru itu disandera oleh kelompok kriminal bersenjata pimpinan Egianus Kogoya selama 1,5 bulan.
Presiden Lembaga Masyarakat Adat Papua, Lenis Kogoya, berjanji akan turun tangan dan berpidato tentang pembebasan Kapten Philip.
“Kami datang dengan pendekatan dari hati. Pendekatan ini ada beberapa konsep. Konsep pertama, kami lembaga adat harus turun tangan, kami di marga Kogoya turun tangan mengajak kami untuk tidak membunuh, itu tidak baik,” kata Lenis yang juga tenaga ahli dari Kantor Kepresidenan Bidang Politik dan Keamanan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/3).
Baca juga:
Panglima TNI Serukan Pelepasan Pilot Susi Air Perlu Pendekatan Persuasif
Lenis mengatakan akan memanggil Egianus untuk segera menghentikan kekerasan tersebut.
Pemerintah pusat, kata Lenis, telah mengupayakan kesejahteraan dan pembangunan di Papua. Salah satu upaya tersebut adalah pembentukan empat provinsi baru di Papua, yakni Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Dataran Tinggi, dan Papua Selatan.
Menurut Lenis, sebaiknya Egianus dan kelompoknya segera bergabung bekerja sama dengan pemerintah untuk menciptakan kemajuan dan kesejahteraan di Papua.
“Lebih baik Egianus dan orang Papua tidak usah membunuh. Kita akan bangun karena kita sudah diberi satu provinsi. Dari satu provinsi, dua provinsi, sekarang enam provinsi. Apa yang sedang kamu lakukan berkelahi dan membunuh orang? Kami lembaga adat akan datang dan mengambilnya,” katanya, seperti dikutip Diantara.
Baca juga:
Jokowi memperingatkan sambil membebaskan pilot Susi Air dari tangan KKB
Menurut Lenis, saat ini langkah terdekat untuk melepaskan Kapten Philip adalah dengan pendekatan persuasif. Ia berjanji akan melakukan yang terbaik agar Kapten Philip bisa segera dibebaskan.
“Kami bertanggung jawab untuk berkoordinasi dengan masyarakat, kami harus melepaskan. Kami semua masuk, kami membangun semuanya karena provinsi itu diberikan kepada kami,” kata Lenis.
Kapten Philip, pilot asal Selandia Baru, disandera KKB sejak 7 Februari 2023, usai mendaratkan pesawatnya di Bandara Paro, Kabupaten Nduga, di pegunungan Papua.
Selain menyandera Philip, KKB juga membakar pesawat Pilatus Porter milik Susi Air.
Baca juga:
Kata Kapolri-Panglima TNI Penerbang Susi Air sudah sebulan lebih di sandera KKB
