Larangan Pemudik, Jasa Ojeg di Pertigaan Pancimas Kalipucang Sepi Penumpang

  • Bagikan

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Arus lalu lintas di pertigaan Pancimas Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran (perbatasan Provinsi Jawa Barat dan Jawa tengah) terlihat masih landai bahkan cenderung sepi. Akibatnya jasa angkutan ojeg pun sepi penumpang.

Padahal sebelum pandemi, biasanya sejak pertengahan Ramadhan selalu dipadati pemudik dari Jawa Barat ataupun sebaliknya dari Jawa Tengah.

Situasi ini tentunya, berdampak pada warga yang bekerja menjadi tukang ojeg di tempat tersebut. Padahal menjelang hari raya Idhul Fitri adalah momen yang sangat ditunggu meraih rezeki.

Darmanto (40) yang sehari-harinya menjadi tukang ojeg mengatakan, Lebaran dimasa Pandemi sudah dua kali terjadi dan Lebaran tahun ini kondisinya makin buruk, pemudik sangat langka.

“Payah, kerjaan kita sekarang tiap hari cuma nongkrong. Sudah banyak bus besar yang lewat namun tidak ada yang menurunkan penumpang di pertigaan sini,” ungkapnya, saat di temui SEPUTARPANGANDARAN.COM di lokasi, Minggu (02/4/2021).

Kata Darmanto, sekarang hanya mengandalkan penumpang warga sekitar yang hendak belanja ataupun yang akan berjualan di Pasar Kalipucang.

Biasanya, menurut Darmanto, pemudik sudah berdatangan yang dari Bandung, Jakarta atau pun kota kota besar lainnya termasuk dari wilayah Cilacap Jawa Tengah.

“Baru ada pemudik dari wilayah terdekat saja seperti Tasikmalaya dan Ciamis. Itupun hanya satu dua orang, tidak banyak,” terangnya.

Lanjut ia, apalagi dirinya harus giliran mengangkut penumpang, berbagi dengan para pengojek lainnya.

“Mau mendapatkan uang dari mana, untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari hari kalau kondisinya seperti ini? Padahal ini momen yang ditunggu-tunggu oleh kami,” ungkapnya. (Eris Riswana)

  • Bagikan